hero
Petani di sekitar Gunung Sinabung membersihkan tanamannya dari dampak erupsi. (NET/Yono)

EDITOR : OCTOBRYAN

5 Februari 2017, 16:30 WIB

SUMATERA UTARA, INDONESIA

Abu vulkanik dan awan panas akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara menyebabkan ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Merdeka terancam gagal panen.

Medi Juna Sembiring, 29 tahun, petani di Kecamatan Merdeka, Tenggara Gunung Sinabung, hanya bisa pasrah lahan pertanian yang ditanami cabai, tomat, wortel, jeruk, kubis, dan tanaman lainnya tampak tertutup dan mengering akibat timbunan material debu vulkanik yang keluar dari kawah Sinabung.

"Bisa rugi besar, kami terancam gagal panen," lirih Medi, Minggu, 5 Februari 2017.

Petani terdampak erupsi Gunung Sinabung terancam gagal panen. (NET\Yono)

Medi mengakui, akibat dihujani debu vulkanik buah tomat miliknya yang tinggal menunggu hari untuk dipanen harus dibersihkan sebelum mengalami kerusakan. Pembersihan, kata Medi, membuat ia harus mengeluarkan biaya lebih.

"Harus disiram air pakai mesin, jadi menambah biaya. Tanaman tomat ini kena debu sedikit saja langsung layu," jelasnya.

Ia berharap, aktivitas erupsi Gunung Sinabung segera menurun agar tanaman miliknya bisa panen dan menghasilkan uang bagi keluarganya.

Tanaman tomat milik warga terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung. (NET\Yono)

"Saya siram sore, besok pagi Sinabung erupsi lagi, habis semua tanaman. Saya tidak punya keahlian lain kecuali bercocok tanam," ujarnya.

Sementara itu, hingga Minggu, 5 Februari 2017, siang, Gunung Sinabung tercatat kembali erupsi sebanyak empat kali dengan ketinggian abu vulkanik mencapai dua ribu tiga ratus meter ke arah tenggara.

Gunung Sinabung muntahkan abu vulkanik akibat gempa lokal. (NET/Yono)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Sinabung mengatakan erupsi disebabkan adanya aktivitas kegempaan vulkanik. 

"Kegempaan masih didominasi oleh aktifitas vulkanik, diprediksi masih akan terjadi lagi," ujar Deri Hidayah, Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Sinabung.

Personel TNI dan warga berjaga di area zona merah Desa Gamber kawasan kaki Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara. (ANTARA)

Tidak hanya itu, peningkatan status gunung setinggi 2400 meter dari siaga ke level awas menyebabkan Pemerintah Kabupaten Karo menundanya pemulangan 2500 kepala keluarga yang masih bertahan di delapan posko pengungsian. 

"Kami akan lakukan sosialisasi terhadap kondisi Gunung Sinabung terhadap warga, biar warga paham dan supaya tidak ada lagi rasa was-was dan khawatir," ujar Suang Karo-Karo, Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Karo. "Kami akan lihat perkembangan selanjutnya."

YONO SAPUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments