hero
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. (REUTERS)

EDITOR : REZA ADITYA

4 Februari 2017, 20:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Hakim federal di negara bagian Washington, James Louis Robart, membekukan kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Robart menilai peraturan imigrasi Trump berdampak negatif.

"Kebijakan Trump berdampak sangat fundamental kepada hampir seluruh sendi-sendi kehidupan di Amerika," tulis Robart dalam putusannya, seperti dilansir Reuters, Sabtu, 4 Februari 2017. 

Robart memutus pembekuan kebijakan itu pada Jumat, 3 Februari 2017. Dia menilai aturan Trump yang melarang imigran tujuh negara itu melanggar demokrasi dan konstitusi Amerika Serikat.

Kebijakan antiimigrasi Trump mendapat protes dari beberapa warga di AS. (REUTERS)

 

Dalam putusannya itu, Robert juga mempersilakan maskapai penerbangan yang membawa penumpang dari Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman masuk ke Amerika Serikat.

"Tidak ada yang perlu ditakuti dari Amerika Serikat terhadap tujuh negara yang dimaksud," tulis Robert dalam amar putusannya. "Tak ada satupun teror yang dilakukan oleh warga tujuh negara itu."

Sejumlah hakim federal di beberapa negara bagian seperti Massachusetts, New York, Virginia, Minnesota sebelumnya sudah membekukan kebijakan imigrasi Trump. Namun putusan itu hanya berlaku domestik.

Putusan Robart diprediksi memiliki dampak luas mencakup seluruh negara bagian AS. Meski memang putusan itu hanya bersifat sementara. 

Gugatan imigrasi Trump dilayangkan Jaksa Agung Washington Bob Ferguson. Bob keberatan dengan aturan Trump yang dianggap melanggar kebebasan beragama dan kesetaraan dalam konstitusi AS.

Bob mengajukan gugatan itu tiga hari setelah Trump meneken aturan yang dianggap diskriminatif. Tekanan politik sangat kuat dirasakan Bob setelah mendaftarkan tuntutannya itu.

Sejumlah imigran menanti keluarganya di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy pascakebijakan anti-imigrasi Trump. (REUTERS)

 

Namun kini, dia mengaku lega karena perjuangannya membuahkan hasil. "Pemerintah harus segera mematuhi putusan hakim federal ini," ujar dia. "Jangan ada lagi pelarangan imigrasi apapun alasannya."

Presiden Trump melalui Departemen Kehakiman AS tak mau tinggal diam menghadapi putusan hakim federal. Dalam pernyataan tertulisnya, pemerintah negara adikuasa itu akan banding terhadap penetapan hakim.

Sebelumnya, Trump meneken peraturan eksekutif pada 27 Januari 2017 kemarin. Isi beleid itu adalah melarang warga dari tujuh negara Muslim masuk ke Amerika selama 90 hari ke depan.

Aturan itu juga membekukan seluruh program pengungsi Suriah. Adapun terkait rencana masuknya 50 ribu pengungsi yang dimulai pada Oktober 2016 sampai September 2017 dihentikan politikus Partai Republik itu.

REUTERS | WASHINGTON POST | USA TODAY

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments