hero
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Mikael Kambuaya. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

3 Februari 2017, 23:00 WIB

INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Mikael Kambuaya tersangka. Komisi menduga Mikael korupsi pembangunan Jalan Kemiri-Depapre, Jayapura, menggunakan APBD Perubahan Papua tahun anggaran 2015.

"Jadi nilai proyek dalam pengadaan ini adalah Rp 89,5 miliar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di kantornya, Jumat, 3 Februari 2017. "Indikasi kerugian keuangan negara mencapai Rp 42 miliar."

Febri mengaku belum tau modus rasuah yang dilakukan Mikael. Dia mengatakan saat ini tim penyidik masih menginterogasi Mikael bersama tujuh saksi yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Ilustrasi korupsi dan suap. (NET.Z/Heriyanto)

 

Komisi mencium motif Mikael yang hendak memperkaya diri sendiri. Karena menurut Febri dalam proyek pembangunan jalan itu, Mikael diberi kewenangan sebagai pengguna anggaran.

Adapun proyek jalan itu dimenangkan oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan itu berkantor di Jakarta Pusat.

"Atas perbuatannya, dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," kata Febri.

Pada kasus ini, Komisi sudah menggeledah rumah dan kantor Mikael di Jayapura. Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti yang dibungkus dengan dua koper besar.

CHELZEA VERHOEVEN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments