hero
SBY saat mengungkapkan dugaan penyadapan. (NET)

EDITOR : TITO SIANIPAR

3 Februari 2017, 13:20 WIB

INDONESIA

Pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merasa disadap percakapannya di telepon berujung polemik. Semua menyatakan tidak ada yang menyadap SBY.

"Penyadapan harus ada kasus hukum dulu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di kantornya, Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017. "Saya rasa tidak ada dari konteks negara atau pemerintah melakukan penyadapan," imbuh dia.

SBY dalam konferensi persnya pada Rabu, 1 Februari 2017 lalu mengungkapkan merasa disadap oleh pihak lain. Hal itu terkait persidangan terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Dalam sidang sehari sebelumnya, Ahok dan tim kuasa hukumnya mencecar saksi Ketua Umum MUI Maruf Amin soal hubungan telepon dengan SBY. Dalam sidang, Maruf membantah adanya sambungan telepon itu.

Ketua MUI Maruf Amin di sidang Ahok. (ANTARA)

Namun dalam konferensi persnya, SBY mengakui ada sambungan telepon itu. Lebih jauh SBY menduga teleponnya disadap sehingga kuasa hukum Ahok bisa mengetahui adanya pembicaraan lewat telepon tersebut.

Dalam konferensi pernya SBY bahkan menyebut dua institusi yang punya kemampuan menyadap adalah kepolisian dan Badan Intelejen Negara. Namun kedua institusi itu sudah membantah menyadap SBY.

"Kami menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal BIN," kata Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan Salya, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Februari 2017.

Demikian juga Polri. "Informasinya belum tentu benar. Saya pikir yang perlu klarifikasi adalah sumber awal yang melempar masalah ini," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.

Meski begitu, Partai Demokrat masih meyakini ada yang menyadap Ketua Umum SBY. "Negara yang harus memberi penjelasan. Kalau tim Ahok dapat dari institusi negara, berarti pemerintah harus menjelaskan," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan pemerintah tidak ada kepentingan menyadap SBY. "Yang jelas, tidak ada permintaan atau instruksi kepada beliau. Karena ini penghormatan pada (mantan) presiden," kata Pramono.

TIM LIPUTAN NET

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments