hero
Adegan pornografi berbalut tokoh kartun. (YOUTUBE)

EDITOR : TITO SIANIPAR

3 Februari 2017, 17:45 WIB

INDONESIA

Konten pornografi di media video Youtube yang berbalut tokoh kartun Disney membuat resah kebanyakan orang tua karena khawatir ditonton anak-anak. Berikut ini ada beberapa tips dari psikolog anak.

"Selalu pantau apa saja yang ditonton. Selalu gunakan parenting setting mode, supaya kalau membuka hal-hal porno bisa langsung diblok," kata Elizabeth Santosa, psikolog pendidikan dan anak, di Jakarta, Jumat, 3 Februari 2017.

Konten-konten pornografi berbalut judul produk-produk Disney bertebaran di Youtube. Antara lain dengan menyebutkan beberapa tokoh Disney seperti Frozen, Elsa, Spiderman, dan lainnya di judul video.

Misalnya Frozen 2 Elsa and Jack Preparing for their Wedding "BED Talk". Atau judul lainnya Disney Frozen 2 Elsa & Jack Frost "When Crush Scares You". Isi video-video tersebut justru menampilkan adegan mesra orang dewasa, seperti ciuman.

Meski sudah menyedot perhatian pemerintah melalui Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, peran orang tua adalah yang paling signifikan.

Soalnya, menurut Santosa, apa yang dikonsumsi anak di bawah 13 tahun melalui media harus melalui pengawasan orang tua. "Kalau anak Anda di bawah 10 tahun, langsung hijrah ke Youtube Kids," kata dia.

Hal lain yang bisa dilakukan orang tua adalah mengecek jejak digital anak melalui history yang ada di platform digital. "Kalau memang ada konten porno, bisa langsung melaporkannya ke Youtube," ujar Santosa.

Selain mewaspadai konten pornografi, orang tua juga perlu mewaspadai anak yang sudah kecanduan gadget. "Biasanya sosialiasinya berkurang, kontrol emosi berkurang, motorik halus terhambat. Karena terbiasa berjam-jam dengan satu jari," kata psikolog Elizabeth WM Indiria.

Menurut Indiria, dunia digital yang memanjakan imaji membuat anak kekurangan gerak dan merasa cukup karena melihat banyaknya pilihan di dunia maya. "Nantinya anak tidak terbiasa mengkoordinasikan mata dan tangan," kata dia.

Elizabeth Santosa dan Elizabeth WM Indiria. (NET/Fergy dan Solihin)

Indiria mewanti-wanti agar orang tua juga mengurangi kebiasaannya mengonsumsi dunia digital. "Jangan-jangan anak meniru. Waktu kumpul bersama, yang dipegang orang tua juga ternyata telepon seluler," ujarnya.

APSARI RETNO | AVILA RIA

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments