hero
Bendera Amerika Serikat berdiri di Depan Masjid Victoria Islamic Center yang terbakar. (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

2 Februari 2017, 11:55 WIB

AMERIKA SERIKAT

Donald Trump mengeluarkan kebijakan anti-imigran yang melarang warga dari tujuh negara Muslim masuk ke Amerika Serikat. Kebijakan itu disambut demo besar-besaran warga di Negeri Paman Sam karena dinilai diskriminasi.

Namun, kekhawatiran Trump mengenai bahaya imigran sepertinya terbantahkan. Kerukunan dan toleransi umat beragama masih ada di Amerika Serikat. Hal tersebut tercermin saat warga Yahudi di sebuah kota kecil di Texas mengulurkan bantuan kepada muslim yang tertimpa musibah.

Petugas keamanan AS masih selidiki penyebab terbakarnya Masjid Islamic Center. (REUTERS)

Seperti dilansir Business Insider, Kamis, 2 Februari 2017, warga yahudi meminjamkan Sinagoga atau tempat beribadah mereka untuk dijadikan tempat peribadatan umat Muslim setelah masjid mereka terbakar.

Masjid bernama The Victoria Islamic Centre tersebut terbakar, Sabtu pekan lalu, sebelum terjadi kebakaran itu ternyata masjid sudah dirampok, dan saat ini pihak yang berwajib masih menyelidiki motif dan memburu pelakunya.

Reruntuhan Masjid Village Islamic Center. (REUTERS)

Salah satu tokoh pendiri masjid yang terbakar, Shahid Hashmi, mengatakan, "sejumlah anggota komunitas Yahudi datang ke rumah saya, dan memberikan kunci sinagoga."

Langkah warga Yahudi itu menjadi sangat berarti bagi kelompok Muslim di kota itu.

Petugas buru pelaku pembakaran Masjid Victoria Islamic Center. (REUTERS) 

"Ini kota kecil, semua orang mengenali satu sama lain, saya kenal beberapa jemaat masjid. Kami merasakan apa yang terjadi terhadap mereka," ujar Robert Loeb, Presiden dari Sinagog Temple Israel seperti dikutip dari The Independent.

Sementara itu, dana bantuan pembangunan masjid lewat laman GoFundMe telah mencapai lebih dari US$ 900 ribu.

Omar Rachid penggagas penggalangan dana menulis: "Hati kami dipenuhi dengan rasa hormat bagi penyumbang. Dengan penuh cinta dan bahasa yang indah, pelukan dan bantuan keuangan adalah contoh dari semangat Amerika yang sebenarnya."

BUSINESS INSIDER | THE INDEPENDENT

BACA JUGA:
Recikan Toleransi di Indonesia 2016
Sudahkah Kita Bertoleransi?
Belajar Toleransi dari Sekolah Milik Pemulung di Kupang
Dubes AS Cerita Toleransi Umat di Pesantren Solo

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments