hero
Reka ulang dilakukan polisi untuk menyamakan keterangan tersangka dengan saksi. (NET/Andry)

EDITOR : OCTOBRYAN

1 Februari 2017, 16:15 WIB

INDONESIA

Polres Jakarta Utara menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Amirullah Adityas Putra, taruna tingkat I, di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu, 1 Februari 2017.

"Rencananya ada 69 adegan dalam reka ulang tersebut," ujar Wakil Kepala Satuan Reserse Polres Jakarta Utara Komisaris Pujiarto di lokasi.

Adegan rekonstruksi dilakukan di lantai 2 gedung Dormitori 4 STIP. (NET/Andry)

Puji melanjutkan, rekonstruksi ini akan dilakukan di kamar 205, lantai 2, Gedung Dormitori 4 STIP. Ruangan berukuran 5 x 12 ini jadi saksi bisu kematian Amir akibat pemukulan ke arah ulu hati oleh para tersangka.
  
Rekonstruksi, kata Puji, dilakukan penyidik untuk menyamakan persepsi antara keterangan kelima tersangka berinisial SM, WH, IS, AR, dan JK dengan keterangan yang diberikan saksi dalam pemeriksaan.

Polisi gelar 69 adegan reka ulang. (NET/Andry)

"Itu adalah kamar senior, dimulai dari bagaimana cara siswa tingkat I menuju kesana," tambah Puji.

Saat dilakukan rekontruksi, kelima tersangka yang mengenakan baju tahanan mendapat pengawalan ketat dari Polres Jakarta Utara dan pihak STIP. Selain itu, jaksa penuntut umum dan pengacara pihak tersangka juga turut hadir ke lokasi.

Sejumlah personel polisi berseragam merah dibalut rompi hitam, mengawal ketat kelima tersangka penganiayaan Amir. Rekontruksi ini menyedot perhatian para taruna STIP yang sedang beraktivitas.

Kegiatan marching band STIP Jakarta. (@STIPJAKARTA)

Insiden terjadi pada Selasa, 10 Januari 2017 pukul 22.30 WIB. Amirullah, yang masih duduk di tingkat I STIP Cilincing, saat itu usai mengikuti latihan marching band bersama enam rekan angkatannya dan hendak ganti pakaian.

Kemudian lima orang taruna tingkat II itu mendatangi ruang ganti pakaian dan memukuli Amirullah dan teman-temannya secara bergantian. Empat  orang diketahui secara sadis menganiaya lelaki berusia 18 tahun itu secara bertubi-tubi.

Lokasi tempat Amirullah dianiaya. (NET/Dede)

Tak kuat menahan baku hantam, tubuh Amirullah terkapar. Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara. Takdir berkata lain, nyawanya berakhir tragis di tangan kakak kelasnya.

Kepolisian juga mencatat, Tidak ini saja sekolah kedinasan dari Kementerian Perhubungan itu terlibat kekerasan yang dilakukan oleh para senior kepada adik kelasnya. Setidaknya sudah terjadi beberapa kali kasus kekerasan di kampus berseragam biru ini.

BACA JUGA:
Tim Investigasi Kemenhub Temukan Pelanggaran Baru di STIP
DPR Rekomendasikan STIP Ditutup
Nestapa Taruna Sekolah Pelayaran Terus Berlanjut
Begini Kronologi Tewasnya Siswa STIP Cilincing

Pertengahan 2008, Agung Gultom, taruna tingkat pertama STIP tewas di tangan 10 seniornya. Kasus tersebut kemudian ditutupi pihak kampus. Mereka berdalih, korban tewas karena kelelahan saat mengikuti latihan pedang pora. 

Masih di tahun 2008, mahasiswa tingkat dua STIP bernama Jegos juga menjadi korban tindak kekerasan seniornya. Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami gegar otak dan dilarikan ke Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara. Menurut tim dokter RS Pelabuhan, Jegos dianiaya menggunakan benda tumpul. 

Tahun 2014, nyawa Dimas Dikita Handoko melayang sia-sia ditangan tiga seniornya. Ia dan enam rekan seangkatannya dianiaya di sebuah rumah kos karena dianggap menghormati senior.

ANDRY PRASETYO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments