hero
Rizieq Shihab jalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan makar Rachmawati Soekarnoputri. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

1 Februari 2017, 12:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Bachtiar Nasir.

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk para tersangka makar dalam aksi damai 2 Desember 2016 silam termasuk Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas.

Rizieq Shihab jalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. (NET/Jafriyal)

"Kami akan berikan penjelasan sebenar-benarnya tentang apa yang terjadi terkait Ibu Rachmawati Soekarnoputri," ujar Rizieq Shihab sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Rabu, 1 Februari 2017.

Terkait dengan pertemuan dengan para tersangka, Rizieq mengaku pernah beberapa kali bertemu dengan putri Bung Karno. Namun, ia menyangkal pertemuan tersebut untuk membicarakan rencana makar yang dituduhkan polisi.

Rizieq Shihab berikan keterangan pers sebelum pemeriksaan. (ANTARA)

"Kami memang pernah bertemu, dia juga pernah ikut aksi 4 November. Tapi semua pertemuan itu tidak ada rencana untuk makar dan aksi melanggar hukum," beber Rizieq.

Hal serupa juga diutarakan oleh Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, Ia mengatakan dirinya diundang oleh panitia sebagai pembicara seminar di Universitas Bung Karno. Undangan itu diterimanya sebelum aksi 411 dilaksanakan.

"Saya tidak tahu siapa yang menginisiasi pertemuan, saya hanya undangan," kata Bachtiar.

Aksi damai 411 di Monas, Jakarta Pusat. (NET)

Dalam kesempatan itu Bachtiar mengaku diminta untuk memberikan pernyataan sebagai warga Luar Batang, Jakarta Utara yang akan digusur oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia membantah ada pembahasan makar dalam acara tersebut. Dia juga enggan menyebutkan siapa saja orang yang hadir pada saat itu dan sudah jadi tersangka dugaan makar saat ini.

Massa 411 lakukan ibadah sebelum memulai aksi damai. (NET)

"Acaranya mendengarkan dan saya diminta membuat statement soal penggusuran," jelasnya.

Sebelumnya, polisi mempersoalkan pertemuan dan pembicaraan sejumlah tokoh dalam seminar yang diadakan oleh Kampus Universitas Bung Karno pada 20 November 2016. 

BACA JUGA:
Ujung Tangis Putri Bung Karno di Parlemen
Media Asing Soroti Makar yang Dilakukan Anak Soekarno
Rizieq Shihab Ogah Jadi Tersangka
Respon Kapolri Soal Jenderal Otak Hansip

Pertemuan itu dinilai oleh kepolisian sebagai perencanaan awal upaya makar yang akan dilakukan oleh sejumlah tersangka pada aksi 2 Desember 2016.

Sejumlah tokoh yang ikut dalam seminar tersebut pernah diperiksa oleh Polda Metro Jaya antara lain ekonom Ichsanuddin Noorsy, Muhammad Hatta Taliwang, dan Ketua Umum PB HMI Mulyadi Tamsir.

Sementara dalam kasus makar, penyidik saat ini sudah menetapkan 10 orang tersangka yakni Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rizal Kobar dan Jamran. 

JAFRIYAL ABA | ARIS SATYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments