hero
Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan. (SETKAB.GO.ID)

EDITOR : REZA ADITYA

1 Februari 2017, 21:50 WIB

INDONESIA

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah ada instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk menyadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, Jokowi sangat menghormati Yudhoyono.

"Yang jelas, bahwa tidak ada permintaan atau instruksi kepada beliau karena ingin memberikan penghormatan pada presiden yang ada," kata Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 1 Februari 2017.

Sebelumnya, Yudhoyono menduga telepon selulernya disadap. Dugaannya itu distimulus pada saat sidang kedelapan dugaan penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers soal dugaan penyadapan percakapan telepon dengan Ketum MUI Maruf Amin. (ANTARA)

 

Dalam sidang yang berlangsung kemarin, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin. Ahok keberatan dengan kesaksian Maruf.

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu mengatakan Maruf pernah mengadakan pertemuan dengan Agus Harimurti-Sylviana Murni, yang juga rival Ahok dalam pemilihan kepala daerah ibu kota.

Bahkan tim kuasa hukum Ahok mengatakan ada bukti percakapan Yudhoyono dengan Maruf. Ketua Umum Partai Demokrat itu kemudian turun gunung memberikan klarifikasi atas tudingan kuas hukum Ahok.

Di hadapan wartawan, Yudhoyono mengaku ada sambungan telepon dengan Maruf. Namun perbincangan di kawat halus itu bukan terkait dengan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Dia justru heran perbincangannya itu diketahui publik dan dalam persidangan Ahok. Yudhoyono menyimpulkan ada pihak yang sengaja menyadap alat komunikasinya. Dia menilai itu sebuah tindakan yang bertentangan hukum.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjamin pemerintah tidak melakukan penyadapan terhadap mantan presiden. "Tidak ada ya dari sisi atau konteks negara atau pemerintah melakukan penyadapan," ujar dia.

ANDRY SURYAWENATA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments