hero
SBY menggelar konferensi pers menanggapi Ahok. (NET/Dipta)

EDITOR : TITO SIANIPAR

1 Februari 2017, 18:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui adanya sambungan telepon dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin. SBY juga meminta penyadapan teleponnya diusut kepolisian.

Sambungan telepon itu, kata SBY, terjadi pada 7 Oktober 2016 lalu. Ketika itu, putranya Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan PP Muhamadiyah. Agus datang bersama pasangan calon wakil gubernur Sylviana Murni.

"Yang saya tahu temanya mohon doa restu agar perjuangannya dalam pilkada DKI Jakarta berhasil," kata SBY dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi sekaligus posko pemenangan Agus-Sylvi, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Februari 2017.

Sebagai ayah, SBY juga menitipkan salam lewat Agus kepada tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut. Beberapa diantaranya adalah Rais Aam NU Ma'ruf Amin dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. 

Pasangan calon gubernur Agus-Sylvi. (NET)

SBY memutuskan tidak ikut dalam rombongan Agus-Sylvi karena menilai anaknya sudah mandiri. "Nanti dikira di bawah bayang-bayang ayahnya. Saya kira tidak baik," kata SBY.

Di sela-sela pertemuan tersebut, lanjut SBY, seorang staf menyambungkannya dengan Ma'ruf lewat telepon. "Bukan saya yang menelpon Pak Ma'ruf langsung atau Pak Ma'ruf ke saya," tutur SBY.

Dalam perbincangannya, menurut SBY, dia membahas dan berdiskusi seputar dunia Islam. Terutama terkait posisi SBY dalam Wise Person Council yang memberikan masukan bagi Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

SBY bersama kedua putranya Eddie dan Agus. (INSTAGRAM/aniyudhoyono)

Klarifikasi SBY ini terkait kejadian di sidang ke-8 terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama. Dalam sidang itu, Ma'ruf Amin memberikan keterangan sebagai saksi yang dihadirkan oleh jaksa.

Ahok keberatan dengan kesaksian Ma'ruf karena pernah mengadakan pertemuan dengan rivalnya Agus-Sylvi pada 7 Oktober 2016 itu. Bahkan belakangan kubu Ahok mengatakan ada bukti percakapan SBY dengan Ma'ruf pada tanggal itu.

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, SBY berulang kali mengatakan bahwa penyadapan terhadap percakapan teleponnya adalah ilegal dan sebuah kejahatan. "Apa salah saya (sampai) disadap?" kata dia.

Ketua MUI Ma'ruf Amin di sidang Ahok. (ANTARA)

SBY juga berulang kali meminta aparat penegak hukum mengusut adanya penyadapan teleponnya tersebut. Ia memberi contoh praktik lancung penyadapan dalam kasus politik di Amerika. "Saya mohon hukum ditegakkan," ujar SBY.

SYARIFAH DWI RAHMA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments