hero
Patrialis Akbar. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

1 Februari 2017, 01:05 WIB

INDONESIA

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo meminta proses pemilihan hakim konstitusi pengganti Patrialis Akbar melibatkan publik. Pramono mengatakan pemerintah saat ini sedang menyiapkan panitia seleksinya.

"Presiden memutuskan dan meminta kepada kita semua, untuk disiapkan panitia seleksi secara transparan dan terbuka," kata Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa, 31 Januari 2017.

Jokowi, kata Pramono, belajar dari penunjukkan Patrialis sebagai hakim konstitusi pada tahun 2013. Pada saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk bekas politikus Partai Amanat Nasional itu sebagai hakim tanpa melalui seleksi terbuka.

Inilah yang menyebabkan pada masa itu, dipilihnya Patrialis sebagai hakim konstitusi menimbulkan polemik.  Pasal 19 Undang-undang Mahkamah Konstitusi mengatur bahwa pencalonan dan pemilihan hakim dilakukan secara transparan dan partisipatif.

Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar diciduk KPK terkait kasus dugaan korupsi. (ANTARA)

 

Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan hakim. Dalam undang-undang, sistem seleksinya diatur sesuai komposisi. Tiga orang calon hakim diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, tiga calon diajukan oleh presiden dan tiga orang lagi diusulkan Mahkamah Agung.

Patrialis merupakan hakim yang diusulkan oleh Presiden Yudhoyono. Setelah ditangkap dan mengundurkan diri sebagai hakim, maka Presiden Joko Widodo saat ini harus mencari penganti Patrialis.

Jokowi bisa saja menunjuk hakim konstitusi tanpa melalui partisipasi publik dan pembentukan panitia seleksi seperti dilakukan Yudhyono pada tahun 2013. Namun, "Belajar dari pengalaman penunjukkan Patrialis, sehingga tidak terulang."

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan Presiden bahkan menginginkan proses seleksi hakim konstitusi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

ANDRY SURYAWENATA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments