hero
Presiden Joko Widodo Tinjau Pasar Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

30 Januari 2017, 17:00 WIB

INDONESIA

Presiden Joko Widodo merespon Kebijakan Donald Trump soal kebijakan yang melarang warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim memasuki negaranya.

Ia meminta warga negara Indonesia yang berada di Amerika Serikat untuk tetap tenang, karena kebijakan yang dikeluarkan Trump tidak berdampak bagi warga Indonesia.

Presiden Joko Widodo tinjau Pasar Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. (ANTARA)

"Kita tidak terkena dampak itu, kenapa resah?," ujar Presiden Joko Widodo di Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 30 Januari 2017.

Sebelumnya, Donald Trump telah menandatangani surat perintah  yang pada intinya melarang muslim dari tujuh negara masuk ke Amerika Serikat. Tujuh negara itu adalah Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman. Reaksi pun datang dari berbagai kalangan atas keputusan Trump tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menandatangani perintah eksekutif. (ANTARA)

Surat perintah larangan masuk ke Amerika Serikat itu tidak berlaku permanen. Untuk warga muslim biasa, larangan masuk berlaku selama 90 hari. Adapun untuk pengungsi dari Suriah, larangan berlaku selama 120 hari.

Jokowi tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai kebijakan tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan tetap memegang prinsip kesetaraan.

"Prinsip konstitusi kita jelas, bahwa yang namanya keadilan dan kesetaraan itu harus terus diperjuangkan," tambahnya.

BACA JUGA:
Menlu Didesak Minta Penjelasan AS Soal Kebijakan Trump
Imigran Ditolak Masuk AS, Warga Demo Trump
Trump Ubah Kebijakan Imigrasi, Kedubes RI Keluarkan Imbauan
Surat Bocah Suriah untuk Trump

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri mengistruksikan seluruh perwakilan yang ada di Washington DC, Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan San Fransisco untuk mengaktifkan layanan hotline 24 jam.

Selain itu, Kemenlu juga meminta warga untuk tetap menghormati hukum dan ikut menjaga ketertiban umum di lingkungan masing-masing.

"Dan mengingatkan kepada WNI untuk selalu tenang menghadapi berbagai perkembangan yang ada. Dan apabila menghadapi permasalahan hukum atau imigrasi, untuk segera menghubungi KBRI maupun KJRI," ujar Juru Bicara Kementeian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

DEDE ROHALI | IREZ ANGGRAINI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments