hero
Donald Trump menunjukkan perintah kebijakan eksekutif yang baru ditandatanganinya. (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

29 Januari 2017, 16:35 WIB

AMERIKA SERIKAT

Kebijakan kontroversial Trump dengan melarang masuk imigran dari tujuh negara mayoritas muslim dan para pengungsi, kembali menuai protes warga Amerika Serikat. 

Setidaknya, ribuan warga New York turun ke jalan dalam aksi protes di Bandara John F. Kennedy. Mereka menuntut agar para imigran yang ditahan otorita bandara untuk segera dilepaskan.

sejumlah warga melakukan protes kebijakan Donald Trump di Bandara JFK New York. (REUTERS)

Tak hanya di New York, gelombang aksi protes pun terjadi di beberapa kota besar di Amerika, diantaranya New Jersey, Denver, Chicago, Dallas, Seattle, Oregon, Los Angeles, San Fransisco hingga San Diego.

Selain gelombang protes yang dilakukan oleh warga Amerika, perasaan takut dan ketidakpastian tengah menyelimuti para imigran yang telah lama bermukim di Amerika.

Demonstran meminta Trump hentikan kebijakan anti imigran Muslim. (REUTERS)

Tengok saja Ibado Mahmud, wanita asal Somalia yang datang ke Amerika pada tahun 1993 merasa khawatir jika kebijakan Trump akan menyebabkan diskriminasi terhadap umat Muslim di Amerika Serikat. 

"Apa yang saya takutkan adalah, ia akan memisahkan kita," kata Ibado, seperti dikutip dari USA TODAY, Minggu, 29 Januari 2017.

Tujuh negara yang dicekal oleh Trump adalah negara-negara mayoritas islam yang dianggap  memiliki hubungan dengan organisasi teroris diantaranya Iran, Sudan dan Suriah.

Warga protes kebijakan anti imigran di Bandara JFK, New York. (REUTERS)

Sementara Irak, Somalia, Libya, dan Yaman digolongkan sebagai negara yang dianggap surga bagi para teroris untuk melakukan doktrin, hingga perekrutan.

"Saya membangun langkah-langkah baru ini untuk menjaga teroris 'Islam radikal' keluar dari AS. [Saya] tidak ingin mereka di sini,' ujar Trump di Pentagon, seperti dikutip Reuters, Sabtu, 28 Januari 2017.

Warga AS menunggu anggota keluarganya yang ditahan di Bandara JFK New York. (REUTERS)

Tidak hanya imigran, 375 wisatawan asal negara Muslim dilarang masuk negara AS,  sementara 109 wisatawan yang sedang transit di AS ditolak masuk ke negara itu. Sedangkan, 173 orang lainnya dihentikan keberangkatannya ke AS semenjak boarding pesawat meski mereka mengantongi green card.

Trump menandatangani perintah eksekutif pada 27 Januari waktu setempat. Seperti dilansir BBC, ini isi beberapa perintah eksekutif tersebut:

- Menghentikan sementara program penerimaan pengungsi selama 120 hari.

- Melarang menerima pengungsi dari Suriah hingga ada "perubahan penting" yang akan dibuat pemerintah.

- Menghentikan sementara selama 90 hari kedatangan orang-orang dari Irak, Suriah, dan negara-negara yang dianggap "menjadi perhatian khusus".

- Memprioritaskan pengajuan status pengungsi dengan latar belakang penganiayaan agama, utamanya orang-orang yang menganut agama minoritas di negara asalnya.

- Membatasi jumlah pengungsi sebesar 50.000 pada tahun 2017 - kurang dari setengah seperti yang digariskan Barack Obama, Presiden AS sebelumnya.


USA TODAY|REUTERS|BBC

BACA JUGA: 
Trump Rubah Kebijakan Imigrasi, Kedubes RI Keluarkan Himbauan
Ketik Kata "Asshole" di Twitter Maka Muncul Akun Resmi Donald Trump, Kok Bisa?
Surat Bocah Suriah untuk Trump
Trump Teken Pembangunan Tembok Meksiko

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments