hero

EDITOR : OCTOBRYAN

25 Januari 2017, 21:30 WIB

INDONESIA

Jumlah korban tewas dalam tenggelamnya kapal pengangkut TKI di Johor Bahru, Malaysia bertambah menjadi 16 orang.

"Konsulat Jenderal RI sudah ada di Johor Bahru sejak pertama kejadian untuk proses identifikasi korban," ujar Armanatha Nasir, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

Warga temukan kapal pengangkut TKI ilegal yang karam pada Minggu, 22 Januari 2017. (REUTERS)

Sebelumnya diketahui, sebuah kapal yang diduga membawa WNI masuk secara ilegal ke Malaysia tenggelam di perairan Tanjung Rhu, Mersing, Malaysia, Minggu, 22 januari lalu. Sampai saat ini, belum diketahui pasti berapa jumlah penumpang yang ada di dalam kapal tersebut.

Nasir melanjutkan, adapun dari 16 korban tewas , 4 korban berhasil diidentifikasi, di antaranya adalah MY, wanita, asal Ende, Nusa Tenggara Timur; RS, pria, asal Sampang, Jawa Timur; LL, pria, asal Belu, Nusa Tenggara Timur dan SY, wanita, asal Sampang, Jawa Timur.

Petugas penyelamat Malaysia mengevakuasi penumpang tenggelamnya kapal. (REUTERS)

"Kami terus lakukan proses identifikasi untuk mengetahui dari mana kapalnya berangkat, dari mana asal para WNI," jelasnya.

Selain itu, Nasir mengatakan, pihaknya juga menemukan 6 korban selamat. Dari jumlah itu, 5 orang adalah WNI dan satu orang lainnya adalah warga negara Malaysia.

"Ditemukan oleh Otorita Malaysia kemarin," pungkasnya.

BACA JUGA:
Tenggelamnya Kapal Pengangkut TKI Ilegal
Kapal Wisata Terbakar, Puluhan Penumpang Hilang
Kapal Kayu Pengangkut TKI Ilegal Tenggelam
Terwujudnya Mimpi Nakhoda Membangun Masjid

Sementara itu, Pemerintah Malaysia mengerahkan tim SAR untuk mencari korban lainnya. Tim Satuan Tugas Perlindungan WNI KJRI Johor Bahru juga berada di lokasi untuk berkoordinasi melakukan pemantauan dan pencarian korban.

Tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal ini ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada November 2016, sebanyak 101 penumpang kapal lainnya tewas setelah perahu yang mereka tumpangi menabrak karang dan tenggelam di perairan Batam.

ALMA SILVA | EDWAN NURVICTA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments