hero
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) menunjukkan alat pembuat narkoba di Cakung, Jakarta. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

24 Januari 2017, 18:55 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membongkar jaringan pabrik pembuatan pil ekstasi skala besar dan penyelundupan ratusan kilogram sabu di dua tempat di Jakarta. Enam pelaku jaringan internasional Cina ditangkap, dua diantaranya tewas ditembak.

"Saya apresiasi tim berhasil mendeteksi jaringan narkoba dari Cina, baik sabu maupun ekstasinya," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di lokasi penyimpananan narkotika di Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, Selasa, 24 Januari 2017.

Pelaku narkoba jaringan Cina ditangkap polisi. (ANTARA)

Penangkapan itu, kata Tito, berawal dari informasi adanya peredaran narkotika di Indonesia dari hasil pengembangan kasus oleh Kepolisian Malaysia, 5 Januari lalu. Dari hasil penyelidikan di sejumlah tempat, polisi kemudian mendapati gudang penyimpanan di Jakarta Timur.

Dalam penggerebekan di gudang itu, polisi mendapati 202.935 pil ekstasi siap edar. Tidak hanya gudang, tempat itu ternyata juga difungsikan sebagai pabrik ekstasi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menunjukkan barang bukti narkoba saat ungkap kasus narkoba di Cakung, Jakarta. (ANTARA)

Berbagai peralatan canggih ditemukan di lokasi itu, seperti alat penghancur, alat pencampur, alat peningkat kepadatan, alat pengering, dan 2 alat cetak. Dalam sehari, pabrik itu mampu memproduksi hingga 10.000 butir pil ekstasi.

Dari kasus tersebut, polisi menangkap Ali dan Nasrun, sementara satu tersangka lain yakni Wong Ci Hin, warga negara Cina, tewas ditembak karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Alat produksi ekstasi di Cakung. (ISTIMEWA)

Tidak hanya ekstasi, polisi juga mengungkap upaya penyelundupan 106,3 kilogram sabu di Bandengan, Jakarta Utara.

Jaringan ini, kata Tito, dikendalikan oleh bandar besar dari Cina. Adapun modus yang dilakukan dalam penyelundupan narkoba ini, dengan mengemasnya di dalam sebuah mesin travo atau panel listrik elektrik dari Cina menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Tiga pelaku bernama Abdul Aziz, AKil alias Acin, dan Santoso alias Aliong ditangkap. Dalam penyelidikan, Santoso mengaku bahwa barang bukti 10 kilogram sabu dari tersangka Bernard yang telah ditangkap lebih dahulu merupakan barang miliknya. 

Polisi Narkoba Polda Metro Jaya dapati 106 kilogram sabu di Penjaringan. (ISTIMEWA)

Namun, saat pengembangan untuk mencari pelaku berinisial TAKE (DPO), pengimpor sabu di Penjaringan. Pria berusia 38 tahun itu coba merebut senjata api milik petugas, pelaku akhirnya tewas setelah polisi menembaknya.

Tito menegaskan, pihaknya menyatakan perang terhadap narkoba. Bahkan, ia juga mengancam bandar maupun pengedar yang berani melakukan bisnis tersebut di Indonesia. 

"Saya tidak akan segan-segan memerintahkan anggota saya untuk melakukan tindakan tegas sesuai standar operasi kepolisian," tegas Tito.

DWITA MEIRIANI | FOLA HARAHAP

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments