hero
Pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia di Sudan. (SUDANTRIBUNE)

EDITOR : TITO SIANIPAR

23 Januari 2017, 21:41 WIB

SUDAN

Pemerintah berupaya mengklarifikasi dan menelusuri pemberitaan soal dugaan penyeludupan senjata oleh pasukan perdamaian Indonesia di Sudan. Tim bantuan hukum Kepolisian RI dikirim ke Sudan. 

"Peristiwa itu ada. Tapi tidak ada hubungannya dengan UNAMID. Tidak ada hubungannya dengan TNI," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto, di Markas Besar TNI, Jakarta, Senin, 23 Januari 2017.

Sejumlah anggota polisi Indonesia bergabung dalam pasukan misi perdamaian di Sudan atau United Nations African Mission in Darfur (UNAMID). Pada Jumat, 20 Januari 2017 lalu mereka ditangkap karena diduga menyeludupkan senjata.

Anggota Polri yang akan berangkat ke Sudan. (NET/Hafied)

Ketika itu, rombongan UNAMID hendak meninggalkan Sudan melalui Bandara El-Fasher. "Mereka baru selesai melaksanakan misi damai dan itu pertukaran rutin," kata Wakil Gubernur Darfur Utara Mohamed Hasab al-Nabi.

Pihak berwenang mengamankan sejumlah senjata dan amunisi dan sejumlah mineral lainnya yang hendak dibawa keluar Sudan. Menurut Hasab, polisi Indonesia tidak punya posisi legal memiliki senjata tersebut.

Pasukan internasional UNAMID di Sudan. (REUTERS)

Beberapa barang yang disita antara lain 29 pucuk Kalasnikov, 4 senapan, 6 senapan GM3, dan 61 jenis pistol lainnya. Sudan berencana memproses kasus ini dengan melibatkan beberapa institusinya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan pemerintah sudah memperoleh informasi tersebut. "Terdapat beberapa kejanggalan dari informasi awal yang diterima," tulis Armanatha dalam pesan singkat.

Kepala Polri Jenderal Tito K di antara pasukan UNAMID. (NET/Hafied)

Pria yang kerap disapa Tata ini mengatakan informasi dari pasukan polisi Indonesia, bahwa barang tersebut bukan milik mereka. "Duta Besar RI di Khartoum sudah koordinas untuk mendampingi pasukan Indonesia," ujarnya.

Selain bantuan di Sudan, tim dari Mabes Polri juga akan segera diberangkatkan ke Sudan. "Untuk memberikan bantuan hukum dan mencari kejelasan dari permasalahan ini," pungkas Tata.

MELISSA LOLINDU | NOVA YULHENDRI | SUDAN TRIBUNE

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments