hero
RI menggendong bayinya yang positif narkoba. (NET/Topan)

EDITOR : REZA ADITYA

20 Januari 2017, 20:30 WIB

KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah menemukan kasus adanya bayi berusia lima bulan yang positif terpapar narkoba. Hasil tes laboratorium mengungkap bahwa dalam darah orok itu ada zat obat terlarang jenis sabu-sabu.

"Ini masih kami dalami, apakah anak itu ada indikasi obat lain," kata Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, Jumat, 20 Januari 2017. "Kami terus mendalami kasus ini."

Kasus ini terungkap setelah BNNP Kalimantan Tengah menggerebek dua pengedar sabu-sabu, Tan Tzi Chuan dan Deny Hidayat di sebuah toko di Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Deny Hidayat yang memberikan sabu kepada istrinya dan menyebabkan bayinya terpapar narkoba. (NET/Topan)

 

Kedua orang itu diketahui sebelumnya menjadi pengejaran aparat penegak hukum. Saat disergap, di toko itu ada juga istri Deny yang berinisial RI, dan anaknya yang masih berusia lima bulan. Petugas kemudian memeriksa RI dan bayinya itu.

"Hasilnya, istri dan anak bayinya itu positif narkoba," ujar Sumirat. Petugas kemudian menanyakan kepada Deny penyebab istri dan anaknya itu definit menggunakan barang haram.

Ternyata, Deny mengaku memberikan sabu-sabu kepada istrinya untuk dikonsumsi. Sumirat mengatakan pelaku berusia 33 tahun itu sudah selama 1,5 bulan memberikan barang haram itu kepada RI.

RI lalai dan mengabaikan bahwa sabu yang dia konsumsi itu berpengaruh bagi tumbuh kembang anaknya. "Karena dia kan masih menyusui anak bayinya. Jadi bayinya itu terpapar narkoba dari air susu ibu (ASI)," kata Sumirat.

Barang bukti penggerebekan Tan Tzi Chuan dan Deny Hidayat. (NET/Topan)

 

Sumirat mengatakan efek sabu yang dikonsumsi bayi melalui ASI sangat besar ketimbang penggunaan orang dewasa dengan cara apapun. Itu sebabnya, saat ditemukan, bayi lima bulan itu menangis dan suhu badannya tinggi.

Deny hanya bisa menyesal lantaran membuat anaknya terpapar narkoba. "Ini sudah terjadi, tidak bisa dirasakan apa yang harus saya katakan. Hanya penyesalan hati."

RI dan anaknya kini mendapat perawatan intensif dan rehabilitasi. Sedangkan Deny beserta rekannya, Tan Tzi menjadi pesakitan.

TOPAN SETIAWAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments