hero

EDITOR : OCTOBRYAN

19 Januari 2017, 23:00 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Ari Muladi mengatakan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dari penyidik kepolisian terhadap kasus penghinaan Pancasila yang dilakukan oleh Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

"Benar," ujarnya melalui pesan singkat kepada NET.Z, Kamis, 19 Januari 2017.

Ketua FPI Rizieq Shihab usai diperiksa Polda Jabar atas dugaan kasus penghinaan Pancasila. (NET)

Namun, saat ditanya mengenai status hukum orang nomor satu FPI itu, mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung itu mempersilakan menanyakan kepada pihak Polda Jawa Barat.

"Bukan kapasitas saya untuk menentukan kasus tersangka, Kejati Jabar hanya menjawab pertanyaan media membenarkan telah menerima SPDP," jelasnya.

ketua FPI Rizieq Shihab memberikan orasi usai menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat

Berkas itu, kata Untung, akan diteliti pihaknya selama 14 hari untuk memeriksa kelengkapan syarat formil maupun materiilnya.

"Kami tentunya akan berkoordinasi dengan kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yunus Yusri mengatakan, pihaknya masih mengagendakan sejumlah pemeriksaan terhadap saksi untuk kasus penodaan terhadap Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Rizieq Shihab memberikan keterangan saat melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 17 Januari 2017. (ANTARA)

"Setelah itu, kami akan melakukan gelar perkara terhadap kasus Rizieq Shihab, paling lama satu minggu" ujarnya melalui saat dihubungi NET.Z.

Sementara itu, ia enggan berkomentar lebih jauh terhadap Surat Perintah Dimulainya Penyidikan yang diberikan pihaknya kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Menurutnya, penerbitan SPDP belum tentu sudah memuat penetapan tersangka atas seseorang.

"Hanya pemberitahuan," ujarnya singkat.

Sukmawati Soekarnoputri laporkan Rizieq Shihab ke Polda Jawa Barat karena dianggap menghina Pancasila. (NET) 

Kasus ini bermula dari laporan Sukmawati Soekarnoputri pada 27 Oktober 2016 lalu di Badan Reserse Kriminal Polri. Sukmawati melaporkan Rizieq lantaran dianggap menodai lambang negara, Pancasila, dalam ceramahnya.

Ceramah Rizieq yang dilaporkan oleh Sukmawati ke polisi ada dalam sebuah video dan diunggah dua tahun lalu.  Sukmawati mengaku baru mendapat info video itu pada Juni 2016.

BACA JUGA:
Alasan Polisi Belum Tetapkan Rizieq Tersangka
Alasan DPR Panggil Kapolda Jawa Barat
Respon Kapolri Soal Jenderal Otak Hansip
Sukmawati: Rizieq Tidak Jantan 

Dalam gambar bergerak itu, Rizieq menyebut, "Pancasila Soekarno ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala."

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Jawa Barat. Pada Kamis dua pekan lalu, Rizieq diperiksa Polda Jabar atas kasus itu.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments