hero
Wardaniman Larosa (tengah) ketika melapor ke Polda Metro Jaya. (NET/Octa)

EDITOR : TITO SIANIPAR

19 Januari 2017, 21:15 WIB

INDONESIA

Polemik bendera merah putih yang bertulis Arab ketika demo Front Pembela Islam akhirnya berujung ke hukum. Sekelompok orang menamai diri Masyarakat Cinta Damai melaporkan kasus itu ke polisi.

"Itu merupakan pelanggaran serta penghinaan lambang negara," kata Wardaniman Larosa dari MCD seusai melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 19 Januari 2017.

Menurut Wardaniman, siapapun yang membawa dan mengibarkan bendera tersebut harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Pencoretan bendera, kata dia, melanggar Undang-undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Bendera merah putih bertuliskan huruf Arab dan bergambar pedang berkibar pada demo FPI pada 16 Januari 2017. Demo itu di Mabes Polri itu menuntut pencopotan Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

Bendera bertulis Arab di demo FPI. (YOUTUBE)

Menurut Wardaniman, harus ada yang bertanggung jawab atas insiden itu. Pasalnya setiap aksi demonstrasi ada koordinator lapangan yang menjadi penanggung jawab.

Namun Wardaniman tidak menyebut nama siapa yang seharusnya bertanggung jawab. "Siapapun penanggung jawab untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan aksi tersebut," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan insiden bendera bertulis Arab itu memang sedang diselidiki polisi. "Kami mencari dulu siapa yang membawa," kata Tito.

Barang bukti yang disertakan. (NET/Octa)

Menurut Tito, polisi akan meneliti terlebih dahulu gambar dan video soal keberadaan bendera tersebut. Nanti setelah menemukan unsur pidana, kata Tito, polisi akan memproses kasus itu.

OCTA BARRY

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments