hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

19 Januari 2017, 08:10 WIB

INGGRIS

Tahun 2015 National Health Service (NHS) Inggris mempublikasi sebuah penelitian tentang kopi dan kesehatan. Hasil riset mengatakan, orang yang minum tiga hingga lima cangkir kopi setiap hari akan hidup lebih lama.

Sontak, temuan ini menuai kontroversi. Sebagian orang optimis, sebagian lainnya, terutama kalangan dokter, mempertanyakan kebenaran penelitian ini.

Beberapa yang meragukan menuntut adanya penelitian lebih lanjut. Sebagian peneliti memperingatkan, tidak perlu berlebihan menanggapi hasil temuan baru tersebut.

"Jika anda ingin hidup lebih lama, hal yang harus anda lakukan adalah menjaga kesehatan. Bukan minum kopi," ujar Emily Reeve, peneliti jantung senior dari British Heart Foundation.

(PIXABAY)

Nasihat Emily bijak dan tidak diragukan. Namun, hubungan kopi dan umur panjang terus menggelitik minat para ilmuwan.

Mereka kemudian merujuk pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Standford University. Penelitian itu menyebutkan, kafein mampu mengurangi inflamasi (peradangan) dalam tubuh. Selama ini Inflamasi dipercaya kalangan medis sebagai penyebab utama dari penuaan.

Inflamasi sendiri dipicu oleh sistem metabolisme. Metabolisme menghasilkan asam nukleat yang masuk ke dalam aliran darah manusia.

Kafein dan metabolisme yang dihasilkan dari kafein, bersatu padu melawan metabolisme yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Hal itulah yang menguatkan dugaan mengapa peminum kopi bisa hidup lebih lama.

"Lebih dari 90 persen gejala penuaan dan penyakit kronis disebabkan oleh inflamasi," kata David Furman, peneliti dari Standford University.

PIXABAY

David menambahkan, proses serupa juga ditengarai menjadi pemicu penyakit kanker, Alzheimer, dimensia, jantung, osteoarthritis, hingga depresi.

Sayangnya, proses kimia di atas kemudian digeneralisasi oleh sebagian orang menjadi: asupan kafein bisa menambah usia.

Setelah diperiksa lebih lanjut, penelitian ini mengungkap fakta baru. 

"Perbedaan risiko kematian antara orang yang minum kopi dan tidak hanya berselisih 5 hingga 9 persen," kata seorang juru bicara dari NHS seperti dikutip Huffington Post pada 17 Januari 2017.

"Penelitian tersebut tidak bisa membuktikan jika kopi benar-benar memperpanjang usia manusia," ia menambahkan.

HUFFINGTON POST

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments