hero
Baju seragam PNS digunakan pelaku untuk penipuan. (NET/Jimmy)

EDITOR : OCTOBRYAN

16 Januari 2017, 21:15 WIB

BANDUNG, INDONESIA

Kasus penipuan berkedok seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali terulang. Kali ini, 436 orang menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Penipuan tersebut terbongkar ketika seluruh korban berkumpul di Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung pada Kamis, 12 Januari 2017. Menariknya, mayoritas dari korban adalah lulusan perguruan tinggi atau sarjana. 

Kepolisian tunjukkan barang bukti penipuan CPNS. (NET/Jimmy)

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Cimahi, Ajun Komisaris Reza Arifian memperkirakan jumlah korban penipuan CPNS itu makin bertambah, hal tersebut terjadi karena korban malu untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi.

"Kami masih tunggu dan himbau kepada masyarakat yang merasa jadi korban untuk melapor," ujarnya di Mapolres Cimahi, Senin, 16 Januari 2017.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Cimahi, Ajun Komisaris Reza Arifian menunjukkan daftar korban. (NET/Jimmy)

Sementara itu, Seorang Pegawai Negeri Sipil bernama Tjutju Komalawati mengaku telah menyetorkan Rp 305 juta kepada Lalan Suherlan yang sebelumnya telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Uang itu, Kata Tjutju, ia setorkan karena tergiur ajakan pelaku yang menjanjikan anak dan dua keponakannya masuk menjadi CPNS melalui jalur belakang.

Tjutju Komalawati lampirkan bukti penipuan ke Mapolres Cimahi. (NET/Jimmy)

Dengan wajah menahan kesal serta membawa sejumlah bukti kuitansi penyetoran uang kepada pelaku, ia kemudian melaporkan hal itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Cimahi.

"Sejak tahun 2013 saya setor namun hingga sekarang belum ada hasilnya, saya merasa ditipu," ujarnya. "Inginnya sih uang saya bisa kembali."

Tjutju Komalawati laporkan kasus penipuan penerimaan CPNS. (NET/Jimmy)

Sebelumnya Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus penipuan penerimaan CPNS dengan satu tersangka PNS di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Tersangka Lalan Suherlan, 46 tahun, warga Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat itu bertugas sebagai perekrut CPNS, sekaligus yang meminta uang kepada korbannya mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 60 juta.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku bahwa perekrutan CPNS dilakukan oleh 30 orang, dengan satu orang bernama Boni sebagai otak pelaku penipuan dan penerima uang yang dihimpun perekrut CPNS.

BACA JUGA:
Anggota DPRD Calo PNS Jadi Tersangka Penipuan
42 Ribu Bidan Se-Indonesia Minta Diangkat Jadi PNS
Wow! PNS Dapat THR 15 Triliun
Sambut Hari Pahlawan, PNS Surabaya Kenakan Kostum Pejuang

Dari pemeriksaan sementara, pelaku menyebut telah memperdaya 50 orang dari Kota Cimahi, Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sumedang dan Tasikmalaya.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa surat keputusan yang ditanda tangani oleh Sekretaris Daerah Lex Laksamana yang memutuskan terhitung Desember 2013 mengangkat CPNS atas nama pelapor Selly Amelia Suryana Putri.

Selanjutnya barang bukti surat penetapan Badan Kepegawaian Negara Kantor Regional, petikan surat Keputusan Gubernur, dan petikan surat pernyataan melaksanakan tugas dari Sekretariat Jendral Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

JIMMY MARTINO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments