hero
Ira Koesno. (NET.Z/Bambang)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Januari 2017, 00:05 WIB

INDONESIA

Dwi Noviratri Koesno atau akrab disapa Ira Koesno mengungkapkan perasaanya setelah menjadi moderator debat perdana calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Ira mengaku senang memandu jalannya adu argumen itu.

"Over all lancar semuanya Alhamdulillah," kata Ira kepada NET, Sabtu, 14 Januari 2017. "Bersyukur mempunyai rekan kerja dalam debat itu yang luar biasa."

Ira Koesno menjadi moderator debat perdana cagub DKI Jakarta. (NET)

 

Pesohor presenter televisi itu mengungkapkan semua pertanyaan yang dilontarkan kepada pasangan calon berasal dari Komisi Pemilihan Umum dan para panelis. "Nah tapi mereka tahu saya mantan jurnalis, mereka secara sukarela menyerahkan pada saya."

Akhirnya, dalam debat itu terdapat pertanyaan hasil modifikasi Ira yang ditujukan kepada pasangan calon. "Debat ini kontennya menjadi menarik buat masyarakat Jakarta," ujar perempuan berusia 47 tahun itu.

Ira sedikit menyayangkan dalam debat pada Jumat malam itu agak sedikit kaku. Musababnya, seorang moderator dilarang memotong pernyataan pasangan calon.

Ira Koesno menjadi moderator pada debat perdana cagub DKI. (NET)

 

"Karena moderator itu kan pengatur lalu lintas," ujar dia. "Tidak boleh motong di tengah, kemudian memperingatkan kepada yang pro, itu sama sekali tidak bisa, ruang geraknya terbatas dan keleluasaan hanya diberikan panelis."

Sebagai seorang mantan wartawan, kata Ira, ada hal yang membuat dia gemas terhadap debat itu. Misalnya, terhadap suatu pertanyaan yang jawaban dari pasangan calonnya tidak sesuai harapan.

"Jadi keleluasaan itu hanya diberikan kepada model pertanyaan," kata Ira. "Untuk yang pas itu ada yang berargumen kan, jadi akhirnya publik bisa menilai siapa yang bisa menjawab dengan tepat."

Gaya Ira Koesno ketika menjadi moderator pada debat perdana cagub DKI Jakarta. (NET)

 

Ira juga mengungkapkan suasana debat perdana kemarin berjalan dan gempita. Tiga pendukung pasangan calon hadir di dalam Ruang Birawa Hotel Bidakara. Meski para relawan yang datang tidak terlalu banyak, namun semarak tetap terasa.

Meski demikian, kata Ira, dia mengaku sama sekali tidak tertekan dalam memandu jalannya debat. "Setiap putaran pasti dinamikanya berbeda, tapi aturan yang diterapkan di balik layar memastikan acara tersebut bisa terkontrol."

TIM LIPUTAN NET

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments