hero
Ilustrasi pembakaran. (Pixabay)

EDITOR : REZA ADITYA

14 Januari 2017, 18:00 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Penyidik Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat, menetapkan 12 dari 20 pelaku yang diduga merusak markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai tersangka. Mereka kini ditahan di Polres Bogor.

"Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya kami menahan dan menetapkan pelaku sebagai tersangka," kata Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky, Sabtu, 14 Januari 2017. Dicky mengatakan sebagian dari mereka masih berusia di bawah umur.

Api masi menyala pada sisa bangunan markas GMBI. (NET/Dedi Jumhana)

 

Sebelumnya, 20 puluh massa yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI) membakar kantor sekretriat GMBI pada Jumat dinihari kemarin. Pembakaran kantor organisasi masyarakat Sunda itu diduga buntut dari permasalahan dengan FPI di Bandung.

Kisah berawal saat pimpinan FPI Rizieq Shihab diperiksa Polda Jawa Barat atas dugaan penodaan Pancasila. Dalam pemeriksaan Jumat kemarin itu, ratusan massa FPI dan GMBI yang anti-FPI sempat mengalami bentrok.

Polisi yang masih berjaga di sekitar markas GMBI Bogor. (NET/Dedi Jumhana)

 

Beruntung polisi segera mendamaikan kedua kelompok itu. Namun, berembus isu yang menyebut bahwa seorang laskar FPI mengalami penganiayaan oleh ormas GMBI.

Situasi kembali memanas. Kedua anggota organisasi masyarakat itu saling kejar sambil dan baku hantam. Imbasnya, terjadi sampai ke Bogor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto meminta kedua ormas menahan diri. Menurut dia, kabar adanya anggota FPI yang dianiaya oleh massa GMBI itu hoax.

DEDI JUMHANA

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments