hero
Baret taruna STIP Jakarta. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

13 Januari 2017, 19:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Tim investigasi Kementerian Perhubungan mendapatkan temuan baru terkait aksi penganiayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta. Temuan itu merupakan bukti kegiatan ilegal yang dilakukan oleh taruna senior akademi navigasi tersebut.

"Mereka menerobos jalan yang telah ditentukan dengan loncat lewat pagar pembatas," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perhubungan  Wahyu Satrio Utomo, Jumat, 13 Januari 2017.

Wahyu mengatakan di dalam sekolah berkonsep asrama itu diberikan pagar pembatas antara taruna tingkat I dan II. Namun temuan investigasi mengungkap bahwa pagar pembatas itu dirusak.

Gerbang masuk STIP. (NET)

 

"Pagar juga digali sehingga mereka bisa melewati benteng setinggi tiga meter itu," ujar Wahyu. Dengan kata lain, taruna tingkat II bisa menuju barang siswa tingkat I dengan mudah.

Sebelumnya, insiden penganiayaan terjadi di STIP Jakarta yang menyebabkan Amirullah Adityas Putra tewas. Taruna berusia 18 tahun itu dikeroyok oleh lima orang seniornya pada Selasa malam.

Tak lama setelah kejadian itu, polisi langsung menetapkan lima siswa penganiaya Amirullah tersangka. Mereka adalah SM, WH, I, AR, dan J.

Empat di antaranya langsung dipecat. Satu siswa lainnya, yaitu J masih dalam proses pemeriksaan polisi lantaran diduga terlibat dalam pemukulan juniornya yang lain.

AZ ZAHRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments