hero
Foto Amirullah Adityas Putra, siswa STIP Cilincing yang tewas diduga dianiaya seniornya. (NET/Andri)

EDITOR : REZA ADITYA

11 Januari 2017, 12:15 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Siswa tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Amirullah Adityas Putra, tewas diduga dianiaya oleh seniornya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan insiden itu terjadi pada Selasa malam.

"Saat ini kami masih memeriksa lebih lanjut terkait kematian siswa sekolah tersebut," kata Argo, Rabu, 11 Januari 2017. "Jenazah korban berada di RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi."

Suasana STIP Cilincing, Jakarta Utara. (NET/Andri)

Atas inisiden itu, polisi menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan ini. Empat orang itu merupakan siswa tingkat II STIP Cilincing.

Mereka adalah SM, WH, I, dan AR. Pemeriksaan mereka dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti. Di antaranya minyak tawon, minyak telon, gayung mandi, gelas dan rokok.

Dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa pengaiayaan itu terjadi setelah korban selesai latihan marching band. Pelaku memukuli Amirullah secara bertubi-tubi hingga ambruk.

 

Menurut keterangan kakak korban, Amarullah, adiknya itu dalam beberapa hari terakhir pernah mencurahkan isi hati kepadanya. Isinya adalah sering mendapat penganiayaan dari seniornya.

Amarullah mengisahkan adiknya itu juga mengaku uang serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dicuri oleh kakak kelasnya. "Dia pernah cerita dibawa ke lorong oleh orang-orangnya yang sadis," ujar Amarullah.

Pihak keluarga, kata Amarullah, tak terima dengan insiden ini. "Intinya kami ingin kasus ini diusut," ujar dia.

Foto keluarga  Amirullah Adityas Putra. (NET/Andri)

 

Kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian di STIP Cilincing, Jakarta Utara itu kerap terjadi. Pada tahun 2014, Dimas Dikita Handoko tewas dengan luka memar di tubuhnya.

Dimas dikeroyok tiga seniornya akibat masalah sepele. Ironisnya, pengadilan hanya menjatuhkan vonis empat tahun kepada mereka yang telah menghilangkan nyawa Dimas.

SYARIFAH DWI RAHMA | ANDRI PRASETYO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% (total_main_comment < 1 ? 'No' : total_main_comment) + (total_main_comment < 2 ? ' Comment':' Comments') %>
<% latestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (latestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (latestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...
View More Comments
<% oldestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (oldestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (oldestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...