Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab ketika melakukan audiensi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

11 Januari 2017, 18:55 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 11 Januari 2017. Kedatangannya langsung disambut oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Pria yang akrab dipanggil Habib Rizieq itu mengaku menyampaikan aspirasinya terkait penegakan hukum dalam aksi damai yang terjadi 4 November dan 2 Desember 2016 silam.

Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah (kanan) berbincang dengan Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA)

Di hadapan Fadli dan Fahri, ia pun mengeluhkan perlakuan penegak hukum terhadap sejumlah laporan masyarakat menyangkut penistaan agama.

"Dimana ada sejumlah laporan masyarakat menyangkut penistaan agama ataupun lainnya itu tidak diproses secara baik," ujar Rizieq.

Hal itu, menurut rizieq, berbanding terbalik jika masyarakat melaporkan alim ulama ke kepolisian mengenai masalah apa pun. "Tapi manakala ada ustad, ulama, atau tokoh agama yang dipersoalkan begitu cepat sekali diproses mereka," keluhnya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) berbincang dengan wakil ketua Fachri Hamzah (kedua kanan), Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir (kedua kiri) dan Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab ketika melakukan audiensi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA)

Rizieq menjelaskan, ada upaya kriminalisasi terhadap alim ulama atau tokoh masyarakat yang dilakukan oleh penegak hukum. Atas dasar itu, ia meminta DPR mampu menjembatani permasalahan itu dengan kepolisian.

"Kami minta peran DPR untuk bisa berkomunikasi dengan polisi atas persoalan ini," selorohnya.

Merespons permintaan itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan akan mengklarifikasi hal tersebut kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Imam Front Pembela Islam Rizieq Shihab di MUI. (NET)

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Habib Rizieq melalui Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI yang dilakukannya 4 November dan 2 Desember lalu merupakan perwujudan demokrasi warga.

"Sebagian rakyat Indonesia yang ikut aksi 411 maupun 212 itu ialah contoh kedewasaan kita dalam berdemokrasi," ujarnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq dilaporkan Solidaritas Merah Putih atas dugaan menyebarkan ajaran kebencian bermuatan SARA soal isi ceramah mengenai adanya logo palu arit dalam mata uang rupiah yang baru dirilis oleh Bank Indonesia.

Demo menuntut proses hukum Rizieq Shihab. (NET/Anggi)

Unggahan dalam media youtube dianggap provokatif dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat yang dapat berujung pada perpecahan bangsa.

Tidak hanya itu, Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako melaporkan Rizieq ke Mapolda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama melalui media elektronik. Rizieq diduga telah melakukan penistaan agama pada saat ceramah dengan menyatakan, "Kalau Tuhan itu beranak terus bidannya siapa?", di daerah Pondok Kelapa, 25 Desember 2016 lalu.

Pentolan FPI itu juga sebelumnya pernah mengegerkan masyarakat Jawa Barat atas perkataannya yang mempelesetkan kata sampurasun menjadi campur racun saat melakukan ceramah di Purwakarta. Atas ulahnya itu, ia kemudian dilaporkan Aliansi Masyarakat Sunda ke Polda Jawa Barat.

AGNES AMELIA | OCTA BARRY

BACA JUGA:
Di Bandung Ada Demo Anti Rizieq
Polisi Berencana Panggil Paksa Rizieq Shihab
Narasi Bermata Sipit di Negeri Kanguru
Ujung Tangis Putri Bung Karno di Parlemen

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% (total_main_comment < 1 ? 'No' : total_main_comment) + (total_main_comment < 2 ? ' Comment':' Comments') %>
<% latestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (latestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (latestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...
View More Comments
<% oldestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (oldestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (oldestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...