hero
Tambang Grasberg milik PT Freeport di Papua. (ANTARA)

EDITOR : OCTOBRYAN

10 Januari 2017, 01:15 WIB

INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku masih mencari jalan tengah terkait rekomendasi ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang berakhir 11 Januari mendatang.

Sebelumnya, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 memberikan relaksasi ekspor konsentrat dengan harapan perusahaan tambang pemegang kontrak karya itu mau membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter

Lokasi tambang PT Freeport di Kabupaten Mimika, Papua. (REUTERS)

"Yang jelas untuk perusahaan tambang itu nanti harus ikut peraturan yang kita buat. Jangan seperti yang lalu, iya, iya, mereka malah gak bangun smelternya," ujar Luhut usai rapat dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan di kantornya, Senin, 9 Januari 2017.

Ia menjelaskan, sekarang perusahaan tambang itu memang belum juga membangun tempat pengolahan itu lantaran dalam kontrak karya tidak ada kewajiban untuk membangun smelter

Truk mengangkut mineral dari tambang Grasberd milik PT Freeport. (ANTARA) 

Namun, jika ekspor konsentrat ditutup, terganggunya operasi tambang akan berdampak melumpuhkan daerah yang bergantung pada pendapatan dari pertambangan, yaitu Kabupaten Mimika dan Kabupaten Sumbawa.

Luhut melanjutkan, pemerintah harus mencari solusi, agar tambang para pemegang kontrak karya bisa tetap beroperasi tanpa melanggar UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009. Peraturan itu sendiri berbunyi, tiap perusahaan tambang wajib mengekspor barang tambang yang sudah dimurnikan.

BACA JUGA: 
Buruk Amdal Reklamasi, Dua Menteri Beda Pendapat
Ketika Luhut Memuji Arcandra
Ini Alasan Kenapa Status Arcandra Jadi Ramai
Menjaga Hutan Lewat Masyarakat Adat

"Kami cari solusi, sekarang kita akan coba perbaiki," tambahnya.

Luhut juga mengaku akan membawa hal tersebut dalam rapat terbatas kabinet dengan Presiden Joko Widodo untuk memberikan beberapa solusi lain pemecahan masalah tersebut.

"Formulasinya sedang kita susun. Kami laporkan presiden, presiden tinggal memutuskan," pungkasnya.

DEDE ROHALI | FERGYANTO MAGE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments