hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

10 Januari 2017, 15:20 WIB

AMERIKA SERIKAT

BMW tengah berupaya melakukan inovasi. Pabrikan asal Munchen, Jerman itu melirik mobil self-driving sebagai rencana jangka panjangnya. 

Hal ini diungkapkannya di sela pagelaran CES 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat. Diam-diam BMW telah membuat 40 prototipe mobil tanpa sopir yang akan diuji coba tahun depan. 

Dalam membuat mobil tanpa sopir, mereka menggandeng Intel dan Mobileye. Saat ini ketiganya sedang sibuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya sebagai persiapan produksi di tahun 2021. 

HERE, piranti lunak besutan BMW.(BUSINESS INSIDER)

Berbeda dengan kompetitor lainnya. BMW lebih fokus pada pengumpulan data dan informasi. Data yang dimaksud adalah jalur yang nantinya akan dilalui mobil-mobil tanpa sopir itu. Termasuk kondisi medan dan kecepatan rata-rata pengendara yang melewati medan itu setiap harinya.

"Pengumpulan data merupakan bagian penting dari pengembangan teknologi self-driving. Ada banyak hal yang diperoleh dengan kita berbagi data dan sumber daya," ungkap Amnon Shashua, Direktur Teknologi Mobileye kepada Business Insider.

Pahatan BMW i Inside Future dipamerikan dalam CES 2017 di Las Vegas, Nevada, Jumat (6/1). Pahatan tersebut digunakan untuk pendemonstrasian teknologi mobil. ANTARA FOTO/REUTERS/Steve Marcus/cfo/17

Untuk membangun sistem pengumpulan data. BMW menggandeng Mercedes dan Audi. Pada bulan September 2016, ketiganya bersatu padu mengakuisisi HERE. Sebuah perusahaan rintisan yang berfokus pada pengolahan data. Dahulu, HERE adalah divisi pemetaan milik Nokia.

Keberadaan HERE memungkinkan keempat puluh mobil tanpa sopir BMW yang akan diuji coba tahun depan memiliki segala informasi yang dibutuhkan. Mulai dari data lalu lintas hingga cuaca. 

Sebelumnya, langkah serupa dilakukan oleh Google. Perusahaan asal Kalifornia itu mengakuisisi Waze pada 2013. Dari aplikasi sejenis, semua informasi yang dibutuhkan pengendara dapat dengan mudah diakses. Waze inilah yang kemudian digunakan oleh Google untuk mengembangkan mobil self-driving besutannya bernama Waymo.

Tesla bikin piranti lunak terintegrasi dengan mobil. Sotware terbaru mereka bernama 8.0. (TESLA)

Google telah membuktikan, seperti apapun kendaraan otonom, jika memiliki sistem pemindai informasi yang mumpuni maka ia tetap dapat berkendara dengan baik. Sejak saat itu BMW sadar dan mulai bergerak membangun sistem pengumpulan data. Itulah alasan mengapa BMW menggandeng banyak perusahaan lain.

Cerita lain ihwal pengumpulan data hadir dari Tesla. Perusahaan besutan Elon Musk itu sedari awal telah membangun sistem pengumpulan data sendiri yang terintegrasi dengan kendaraan. 

Bank data milik Tesla terus berkembang secara otomatis, seiring bertambahnya mobil Tesla yang mengaspal di jalanan. Saat ini perusahaan asal Palo Alto itu telah mengumpulkan berbagai macam informasi di 1,3 miliar mil jalan raya. 

Namun, salah satu kelemahan Tesla adalah mobil tidak melakukan perekaman data dalam kondisi diam tidak berjalan. Berbeda dengan sistem milik Google dan BMW. Kedua sestem tersebut bisa melakukan perekaman kapanpun secara real time tanpa bergantung dengan kendaraan.

Lalu bagaimana dengan Google yang notabene bukan perusahaan otomotif? Bagaimana cara dia membangun kerajaan mobil self-drivingnya?Jawabannya: Google menggandeng Fiat Chrysler.

BUSINESS INSIDER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% (total_main_comment < 1 ? 'No' : total_main_comment) + (total_main_comment < 2 ? ' Comment':' Comments') %>
<% latestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (latestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (latestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...
View More Comments
<% oldestComment.user.name %>
  • reply
  • <% child_comment.user.name %>
    • reply
View <% (oldestComment.total_child - 5) == 1 ? "the last one comment" : (oldestComment.total_child - 5) + " more comments" %> ...