hero
Jenderal Tito Karnavian bersama MUI dan Rizieq Shihab, 28 November 2016. (REUTERS)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Januari 2017, 21:15 WIB

INDONESIA

Kepolisian akan melakukan upaya paksa terhadap imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab jika mangkir dari panggilan polisi. Hal ini terkait dugaan penghinaan lambang negara Pancasila oleh Rizieq.

"Proses hukumnya di Polda Jawa Barat. Dipanggil tanggal 5 Januari 2017, yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan sakit," kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, di Palembang, Senin, 9 Januari 2017.

Menurut Tito, panggilan terhadap Rizieq untuk diperiksa pada Kamis, 12 Januari 2017 mendatang sudah dilayangkan. "Kalau tidak hadir, maka akan dilakukan sesuai KUHAP yaitu surat perintah membawa artinya upaya paksa," ujarnya.

Pemeriksaan polisi, kata Tito, terpaut ucapan Rizieq yang menyambungkan Pancasila dengan pantat. "Terkait dengan masalah Pancasila Soekarno yang katanya, adanya entah itu di buntut atau di pantat," ujarnya.

Pemeriksaan terhadap Rizieq lantaran laporan Sukmawati Soekarnoputri di Badan Reserse Kriminal Polri pada 27 Oktober 2016 lalu. Sukmawati menilai Rizieq menghina Pancasila dan proklamator Soekarno yang juga ayahnya.

Sukmawati ketika melaporkan Rizieq. (NET)

Dalam laporannya, RIzieq dilaporkan atas beberapa pasal pidana. Antara lain menghina pemerintah, perbuatan tidak menyenangkan, dan merendahkan kehormatan lambang negara.

Aksi Rizieq yang dilaporkan Sukmawati adalah ceramah yang ada dalam sebuah video yang diunggah dua tahun lalu. Di situ Rizieq menyebut, "Pancasila Soekarno ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala."

Bukti pelaporan di polisi. (NET)

Sukmawati mengaku marah dan tersinggung akan ucapan Rizieq soal Pancasila dan Soekarno tersebut. "Kata-katanya sangat tidak santun dan tidak hormat," kata Sukmawati ketika melaporkan Rizieq.

ARDHIANSYAH NUGRAHA | ANDRI PRASETYO

BACA JUGA:
Putri Soekarno Laporkan Habib Rizieq
Rizieq ke Polisi Minta Ahok Tersangka
Polisi Periksa Rizieq Shihab
Narasi Bermata Sipit di Negeri Kanguru​

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments