hero
Widodo, korban pengeroyokan LPI. (NET/Andri)

EDITOR : TITO SIANIPAR

9 Januari 2017, 16:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pengeroyokan terhadap Widodo, Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar, Jakarta Barat dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelakunya adalah anggota LPI (Laskar Pembela Islam), organisasi di bawah Front Pembela Islam.

"Yang jelas ini merupakan dampak dari Pak Djarot Saiful Hidayat yang datang ke Jelambar yang coba diharamkan," kata Masinton Pasaribu, politikus PDI Perjuangan, usai melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 9 Januari 2017.

Polisi sejauh ini memeriksa sembilan orang saksi dan salah satu pelaku sudah menyerahkan diri. Polisi masih mengejar para pelaku pengeroyokan Widodo lainnya.

Relawan menjenguk Widodo. (NET/Andri)

"Pelaku ini adalah anggota LPI, salah satu pelaku penganiayaan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.  "Satu orang itu sudah kami tahan."

Widodo dikeroyok sekitar 10 orang di rumah Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat, 6 Januari 2017 malam lalu. Ia mengalami luka dan dirawat di Rumah Sakit Royal Taruma, Grogol. 

"Enggak banyak omong, dia menonjok saya di bagian pipi," kata Widodo. Para pelaku kemudian ramai-ramai mengeroyok Widodo. "Ada juga yang memprovokasi untuk terus menghajar," ujarnya.

Rumah sakit tempat Widodo dirawat. (NET)

Ketika dikeroyok, lanjut Widodo, rekan-rekan pelaku menghalangi orang untuk memisahkan atau menghentikan penganiayaan. "Tidak ada yang berani menolong karena takut sama mereka," kata dia.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari PDI Perjuangan yang bertekad mengawal proses hukumnya. Tak sampai di situ, calon Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat juga menyorot kasus ini.

Ahok dan Djarot datang menjenguk Widodo di rumah sakit pada Sabtu, 7 Januari 2017. "Kalau tidak setuju dan tidak mengijinkan kami kampanye, enggak usah ambil tindakan mengeroyok tim sukses kami," kata Ahok.

Ahok menjenguk dan menemui keluarga korban. (NET/Wili)

Sementara Djarot mengimbau untuk tidak melakukan tindakan kekerasan balasan. "Kepada seluruh pendukung nomor dua, kalau ada yang datang ke wilayah kalian, harus diterima dengan baik," kata dia.

CHELZEA VERHOEVEN | ANDRI PRASETYO | WILI AZHARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments