hero
Presiden Joko Widodo saat menjamu Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di Istana Kepresidenan, Kamis, 12 November 2015. (REUTERS)

EDITOR : OCTOBRYAN

6 Januari 2017, 02:05 WIB

AUSTRALIA

Kerjasama militer antara Indonesia-Australia untuk sementara dihentikan, atas keputusan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pasalnya, militer Australia dianggap melecehkan Indonesia.

Namun, sejumlah media di Australia mencurigai adanya permainan dibalik keputusan Panglima TNI menghentikan kegiatan yang sudah turun temurun dilakukan kedua negara.

Kebersamaan tentara Australia dan Indonesia. (REUTERS)

Respons negatif datang dari Damien Kinsbury, ahli keamanan serta profesor politik internasional di Deakin University Australia. Ia mengatakan, Gatot memiliki sejarah rasa tidak suka terhadap Australia.

Menurutnya, keputusan sepihak Gatot aneh, karena materi pelatihan yang dianggap menyinggung tersebut telah lama digunakan di basis militer Perth dan telah dilihat oleh para perwira Kopasus.

"Ini sangat aneh, dia tahu persis dampak dari ini terhadap hubungan bilateral. Ini menimbulkan pertanyaan apa maksud Gatot sebenarnya. Apakah benar-benar soal pelanggaran tersebut atau apakah ada permainan yang dimainkan" ujar Kinsbury, Kamis,5 Januari 2016, seperti dikutip dari THE AGE.

Latihan bersama tentara Indonesia dan Australia. (REUTERS)

Tidak hanya itu, seorang sumber di kemiliteran Australia menyebut keputusan gatot mencerminkan dirinya sedang berambisi menjadi presiden atau wakil presiden di Indonesia.

"Dan pada saat yang sama banyak orang di militer tidak puas dengan dia. Ini adalah cara yang baik baginya untuk memoles kepercayaan nasionalismenya," ujar sumber itu kepada FairFax Media.

Pernyataan serupa juga datang dari Prahanth Parameswaran, redaktur The Diplomat, sebuah majalah yang membahas soal asia pasifik. Ia mengamini rasa tidak suka Gatot terhadap Australia.

"Gatot terkenal akan kecurigaannya terhadap kekuatan asing, khususnya Australia," katanya.

Kapal perang Australia HMAS Yarra-M 87 di Makassar, 2016. (ANTARA)

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, insiden bermula dari temuan materi pelatihan militer di Barak Campbell Perth oleh Letnan Satu Irwan Maulana, yang juga staf pengajar di satuan pasukan khusus Angkatan Darat Australia. Irwan menemukan kurikulum yang isinya mendiskreditkan tanah air.

"Seperti menyinggung soal Timor Leste, tentang Papua harus merdeka," kata Gatot. "Juga tentang Pancasila yang diplesetkan menjadi pancagila dengan lima silanya yang tidak benar." ujarnya.

Atas insiden diplomatik itu, Gatot segera memerintahkan agar TNI menghentikan latihan militer kedua negara. Bahkan, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne meminta maaf kepada pemerintah Indonesia atas isi materi pelatihan militer yang dianggap menghina ideologi Pancasila.

BACA JUGA:
Hina Pancasila, Australia Minta Maaf kepada Indonesia
Kata Jokowi soal Tentara Australia Hina Pancasila
Australia Minta Warganya Waspada ke Indonesia
Narasi Bermata Sipit di Negeri Kanguru  

Pemerintah Australia, kata Payne, juga menyesalkan lantaran isi materi militer itu menyinggung kedaulatan Indonesia terhadap Papua. "Kami tentu saja mengakui kedaulatan dan teritorial Indonesia. Itu merupakan sikap kami dengan jelas," ujar politikus dari Partai Liberal Australia itu.

Meski memaafkan, semua bentuk kerja sama militer Indonesia dan Australia dihentikan untuk sementara. Belum diketahui sampai kapan hubungan militer kedua negara itu akan kembali melakukan kolaborasi. 

"Karena ini masalah prinsip," ujar Presiden Jokowi. "Masalah ini biar diselesaikan dulu."

Dia juga meminta Australia tidak ikut campur dengan urusan dalam negeri Indonesia. "Kita kan sudah sepakat untuk saling menghargai dan tidak campur tangan urusan dalam negeri masing masing saya kira kita sepakat itu."

THE AGE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments