hero

EDITOR : TITO SIANIPAR

5 Januari 2017, 17:25 WIB

AUSTRALIA

Pemerintah Indonesia menyatakan menerima permintaan maaf Australia terkait penghinaan terhadap dasar negara Pancasila. Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh atas insiden itu.

"Komandan sekolah tersebut diskorsing sementara," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, 5 Januari, 2017.

"Mereka minta maaf dan saya terima maaf itu," tambah Ryamizard.

Insiden kali ini terkait materi pembelajaran tentara Australia di Pangkalan Militer Campbell, Perth, Australia. Dalam materi itu, Pancasila diplesetkan menjadi Pancagila.

Ryamizard Ryacudu. (ANTARA)

Selain itu, materi pendidikan juga memasukkan pelanggaran hak asasi oleh TNI di Timor Leste dan Papua, termasuk soal Sarwo Edhie Wibowo yang dituduh terlibat pembantaian massal.

Hal itu terkuak dari laporan seorang perwira pengajar asal Indonesia di sekolah militer itu, Letnan Satu Irwan Maulana. Dia adalah pengajar bahasa Indonesia di sekolah tersebut.

Pasca terkuak, TNI langsung menghentikan semua bentuk kerja sama dengan militer Australia atau Australia Defence Force. "Karena ini masalah prinsip," kata Presiden Joko Widodo.

Kapal perang Australia HMAS Yarra-M 87 di Makassar, 2016. (ANTARA)

Permintaan maaf langsung disampaikan Menteri Pertahanan Australia Marise Payne. Selain menyesal, dia berjanji akan menyelidiki soal materi pengajaran di sekolah militer tersebut.

Ryamizard menambahkan, meski menerima permintaan maaf, ia juga mendesak kasus itu diselidiki. "Penyelidikan masuk tahap akhir, perwira yang terlibat dikenakan sanksi tegas dan keras," kata Ryamizard.

JAFRIYAL ABA | FUAD KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments