hero
Korea Utara dan Donald Trump. (NET.Z/Farhan)

EDITOR : TITO SIANIPAR

4 Januari 2017, 00:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Presiden Amerika terpilih Donald Trump diyakini serius menyasar Korea Utara sebagai target pertamanya ketika menjabat. Cina terseret dan tak ingin konflik itu beneran terjadi.

Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un saling bertukar ancaman di awal tahun 2017 ini. Dimulai oleh Kim Jong Un pada malam pergantian tahun, Minggu, 1 Januari 2017.

Kim mengatakan negaranya segera melakukan uji coba peluncuran roket jarak jauh antar benua, atau intercontinental ballistic missile (ICBM). Jika sukses, diperkirakan bisa mencapai Amerika Serikat.

ICBM diketahui punya kemampuan jarak tempuh minimal 5.500 kilometer. Senjata baru yang dimaksud Kim adalah yang bisa menjangkau 10 ribu kilometer. Sementara jarak terdekat Korea Utara adalah ke California, yakni sekitar 9 ribu kilometer.

Kontan pernyataan itu disambut Trump. Melalui akun twitternya, Trump mengulangi informasi soal tahap akhir pembangunan senjata nuklir Korea Utara yang bisa menjangkau Amerika. "Itu takkan terjadi!" tulis Trump.

Euan Graham, Direktur Keamanan Internasional di Lowy Institute, menilai pertukaran ucapan kedua pemimpin perlu diwaspadai. "Korea Utara bisa jadi krisis pertama setelah Trump jadi presiden, setidaknya di Asia," ujarnya.

Setidaknya analisa Euan diperkuat oleh informasi yang diperoleh Reuters. Seorang sumber intelijen menyebutkan, hal rahasia pertama yang diminta Trump untuk di-briefing adalah soal nuklir Korea Utara.

Bahkan sumber yang sama memastikan Presiden Barack Obama juga punya perhatian yang sama. Keduanya diketahui melangsungkan pertemuan membahas Korea Utara.

Kim Jong Un dengan latar kapal selam. (REUTERS)

Lebih jauh, Trump sadar Korea Utara tak sendirian. Ia juga menyoroti peran Cina sebagai penyokong Korea Utara. "Cina menarik uang dan harta dari Amerika dalam jumlah besar," cuit Trump. "Tapi itu takkan menolong Korea Utara."

Cai Jian, profesor studi Korea di Universitas Fudan, Shanghai, mengatakan Korea Utara pantas cemas dengan Trump. "Korea Utara merasa tidak aman karena Amerika ingin menjatuhkannya," kata Cai.

Bahkan Cai menilai pengembangan nukli Korea karena dipicu oleh permusuhan yang dipijarkan Amerika. "Sekarang Amerika menyalahkan Cina. Itu sangat tidak masuk akal," ujarnya.

Cina sendiri ogah dibawa dalam konfigurasi konflik semenanjung Korea itu. Bahkan Cina menegaskan perannya dalam upaya denuklirisasi Korea. "Usaha Cina sangat jelas," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang.

Geng melanjutkan, sebagai anggota dewan keamanan PBB, Cina terlibat aktif dalam perbincangan isu nuklir dan menawarkan sejumlah solusi. "Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami," ujarnya.

Tapi suara pemerintah berbeda dengan masyarakat. Koran Global Times di Cina menuliskan apa yang dilakukan Trump tidak pantas. Pernyataan Trump dinilai juga menimbulkan kecemasan di warga Amerika.

WASHINGTON POST | THE GUARDIAN

BACA JUGA:
Trump Ancam Hentikan Kesepakatan dengan Kuba
Ketika Kim Jong Un dan Donald Trump Berkoalisi
Antara Trump, Jokowi, dan Berakhirnya Obama
Dua Proyek Trump di Indonesia Tetap Jalan

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments