(NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

3 Januari 2017, 05:05 WIB

KUPANG, INDONESIA

Perahu yang ditumpangi Yoseph Orem Blikololong (57) meluncur di atas air laut biru nan bersih. Tak lama kemudian perahu mendarat di Pulau Kera, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah anak di bawah usia 10 tahun menyambutnya. Kedatangan Yoseph ke pulau Kera bertujuan untuk mengajak anak-anak bersekolah di sekolah gratis yang didirikannya.

Yoseph Orem Blikololon.  (NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

Di pulau itu ia dikenal sebagai pendiri sekolah gratis. Sayangnya, jalan Yosep tak semudah dibayangkan. Banyak warga pulau yang ingin menyekolahkan anaknya terkendala akses.

Ada juga warga yang meragukan niat mulia Yoseph, karena profesinya sebagai  pemulung dan buruh bongkar muat. Padahal, sudah dua sekolah gratis yakni Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Peduli Kasih dan SMP Surya Mandala.

“Saya memang akan berusaha keras untuk menyekolahkan mereka. Tahun ajaran yang berikut ini saya akan bekerja sama dengan keluarga di sini untuk bisa sekolahkan mereka,” kata Yoseph.

Yoseph Orem Blikololon bersama anak-anak.  (NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

PAUD Peduli Kasih didirikan 2008 silam, menempati satu ruangan rumahnya di Kompleks STIBA. Sementara SMP Surya Mandala Kupang didirikan 2012, menempati bangunan yang disewanya. Kedua sekolah itu berada di Kupang.

Pulau Kera sendiri dihuni sekitar 400 jiwa. Banyak anak-anak usia PAUD maupun SD yang membutuhkan sekolah. Meski masih berada di Indonesia, akses pendidikan di Pulau Kera sangat terbatas.

Yoseph Orem Blikololon sedang memulung sampah.  (NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

Pulau ini belum memiliki sekolah satu pun. Tantangan lain, jika banyak anak-anak Pulau Kera mau sekolah ke kota, Yoseph harus menyiapkan asrama dan memberikan makan untuk mereka.

Untuk membiayai operasional sekolah, Yoseph mengeluarkan kocek sendiri dari hasil memulung dan buruh bongkar truk kontainer. Dalam sehari, penghasilannya berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Siswa yang disekolahkan Yoseph. (NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

Dari penghasilan itu, ia menyisihkan biaya hidup keluarga dan biaya operasional sekolah. Beban yang ditanggung Yoseph tidaklah ringan. Yoseph memiliki enam anak dari pernikahan dengan Terfina Yuningsi Maakh.

Anak-anak Yoseph ada yang sudah kerja, namun ada pula yang masih sekolah. Yoseph juga harus mengeluarkan biaya operasional sekolah, termasuk memberi gaji guru. Istrinya juga ikut mengajar di PAUD.

Sekolah gratis yang didirikan Yoseph. (NET/ Fransisca Anistyati & Lutfhi Evan)

Untuk guru PAUD Peduli Kasih dan SMP Surya Mandala masing-masing digaji Rp 100 ribu per bulan. Sementara kepala sekolah mendapat upah Rp 200 ribu.

"Saya berpikir bahwa anak-anak kita didik dari usia begini supaya besar bisa mandiri, bisa berbuat apa saja dari apa yang sudah mereka dapatkan,” ujar Yoseph.

NET LENTERA INDONESIA | DYNAR MANGGIASIH | ANNISA PRATIWI | FRANSISCA ANISTYATI | LUTFHI EVAN

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments