(NET/Satu Indonesia)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

2 Januari 2017, 05:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

"Hanya ini kunyanyikan

Senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk mama..."

Lagu milik penyanyi kecil, Kenny itu dinyanyikan ceria oleh anak-anak yang duduk bersimpuh di Panti Asuhan Roslin, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Budi Soehardi, sang pendiri panti asuhan, hari itu turut bernyanyi. Riang sekali! Setelah anak-anak panti asuhan tamat menyanyikan lagu, Budi Soehardi berkilah jika dirinya yang mengajari anak-anak bernyanyi.

“Mereka pintar sendiri,” ucap mantan pilot Garuda Indonesia (1976-1989), Korean Air (1989-1998), dan Singapore Airlines (1998-2015) itu.

(Budi Soehardi. NET/Satu Indonesia)

Sudah 16 tahun Budi bersama istri tercinta, Rosalinda Panagia Maria Lakusa, bahu-membahu membangun Panti Asuhan Roslin. Pada 2000, mereka merintis panti di sebuah rumah kontrakan.

Waktu itu, ia dan istri tergerak untuk menyelamatkan anak-anak Timor-Timur pasca memisahkan diri dari Indonesia. Ia datang ke daerah pengungsian warga yang pro-Indonesia di Atambua.

Kondisi mereka sangat memprihatinkan, antara lain ada empat anak yang penuh luka. Empat anak ini ditinggalkan orang tua mereka. Kisah mereka menurut Budi paling menyentuh perikemanusiaan.

“Empat anak itu kami bawa ke rumah kontrakan. Mereka adalah bayi-bayi yang mau menyentuh karena seluruh badan penuh luka. Tak ada alasan bagi kami untuk tidak membawanya,” cerita pria 60 tahun itu.

Anak-anak di Pantai Asuhan Roslin. (Budi Soehardi. NET/Satu Indonesia)

Berikutnya, jumlah anak yang dirawat Budi dan istri makin bertambah. Tidak hanya anak korban konflik Timor-Timur, tapi banyak juga anak yang ditelantarkan orang tua yang dinaungi panti.

Misalnya, ada anak yang ditinggal kabur ibunya di sebuah rumah sakit. Budi tak melihat latar belakang orang tua mereka. Baginya semua anak tidak berdosa.

“Yang jelas ada anak harus dibantu,” katanya.

Kini Panti Asuhan Roslin menjadi tempat bernaung 138 anak yang tadinya 178 anak. Mereka kebanyakan berasal dari Timor, yang lainnya dari berbagai pelosok seperti Pulau Rote, Sagu, Alor, Flores, Lembata dan lainnya.

Anak-anak di Pantai Asuhan Roslin. (Budi Soehardi. NET/Satu Indonesia)

Selama mendidik dan membesarkan anak-anak, Panti Asuhan Roslin berusaha mandiri tanpa mengharapkan bantuan pihak lain. Untuk biaya operasional, Budi menyisihkan penghasilannya sendiri, termasuk dari uang pensiunnya.

Setelah 16 tahun tulus membantu mereka, beberapa anak tumbuh besar. Ada yang menjadi sarjana hingga dokter. Budi dan istri bertekad menyekolahkan anak-anak panti mereka setinggi mungkin. Berkat upaya ini, Budi diganjar CNN Heroes sebagai Hero of The Year 2009.

Anak-anak di Pantai Asuhan Roslin. (Budi Soehardi. NET/Satu Indonesia)

Dalam siaran pemberian penghargaan itu, Budi tetap rendah hati. “Secara pribadi saya tersanjung dianggap pahlawan. Tapi ijinkan saya untuk memperkenalkan pahlawan sebenarnya dalam hidup saya. Dialah istri saya, Peggy,” kata Budi.

Peggy adalah sapaan akrab untuk istrinya, Rosalinda Panagia Maria Lakusa. Mendapat persembahan itu, sang istri tak kuasa menahan tangis. Budi menjunjung tinggi sang istri sebagaimana syair lagu yang dilantunkan anak-anak panti.

NET SATU INDONESIA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet"
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments