EDITOR : OCTOBRYAN

29 Desember 2016, 23:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Berawal dari cuitan pengguna media sosial, maskapai penerbangan Citilink jadi sorotan. Ketika itu, Rabu, 28 Desember 2016, penumpang penerbangan berkode QG800 Surabaya-Jakarta itu dikejutkan dengan gaya bicara kapten pilot Tekad Purna melalui interkom sebelum penerbangan.

"Gaya bicara melantur sebelum take off," cuit Hendro T Subiandono, salah satu penumpang pesawat ketika itu.

Rekaman CCTV Bandara Juanda Surabaya. (Istimewa)

Hal tersebut dikuatkan oleh beredarnya tayangan CCTV yang beredar, sang pilot terbentur pintu dan berjalan sempoyongan, bahkan saat mengambil tas dari pemeriksaan sinar-x, si pilot tidak sadar barang bawaannya berhamburan. 

Petugas bandara Juanda membantunya memasukan kembali barang bawaan ke dalam tas. Bahkan, sesaat sebelum si pilot melanjutkan perjalanannya, ada barang bawaaanya yang kembali terjatuh dan diambilkan kembali oleh petugas bandara.

Rekaman CCTV Bandara Juanda Surabaya. (Istimewa)

Penumpang yang merasa khawatir, kemudian meminta maskapai yang terkenal dengan sapaan pantun itu untuk mengganti pilot. Akibat peristiwa itu, Pesawat Airbus A320 berpenumpang 152 penumpang itu mengalami keterlambatan hingga satu jam lebih.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Perhubungan meminta Tekad untuk melakukan tes kesehatan ulang di Jakarta untuk memastikan kondisi kesehatan pilot.

Rekaman CCTV Bandara Juanda Surabaya. (Istimewa)

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sudah memerintahkan pilot untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ulang," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan, Kamis, 29 Desember 2016.

Sebelumnya pilot tersebut sudah dites kesehatan di Klinik Graha Angkasa Pura I dan dinyatakan tidak dalam kondisi mabuk. Proses itu, kata Bambang, harus dilakukan sebagai pertimbangan keputusan mengenai sanksi yang akan diambil pihaknya.

"Sementara untuk menunggu hasil pemeriksaan, pilot tersebut kami larang terbang," tambahnya.

Rekaman CCTV Bandara Juanda Surabaya. (Istimewa)

Sementara itu, Maskapai penerbangan Citilink Indonesia mengambil sikap tegas dengan membebas tugaskan pilot yang diduga mabuk saat akan menerbangkan "burung besi" dari Bandara Juanda menuju Bandara Halim, Jakarta.

Direktur Utama Citilink, Albert Burhan mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi lanjutan terhadap pilot tersebut.

"Kami bebas tugaskan pilot tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan, kami akan pecat kalau terbukti," ujarnya.

BACA JUGA:
Pembajakan Pesawat Libya Berakhir Dramatis
'Sully', Pilot yang Menyelamatkan 155 Nyawa Penumpangnya
Amat Si Anak Bajaj, Mau Jadi Pilot
TNI Stop Beli Pesawat Bekas

Berikut ini kronologi kejadian:

05.09 WIB:
Pilot masuk ke kokpit dan melakukan pengumuman ke kabin dengan suara kurang jelas. Mayoritas penumpang pun menyampaikan keluhan dan meminta penggantian kapten pilot.

05.30 WIB:
Semua penumpang turun dari pesawat. Citilink akhirnya menugaskan Kapten Wahana Agus sebagai pengganti. 9 orang penumpang memutuskan batal mengikuti penerbangan.

06.20 WIB:
Penerbangan QG 800 menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

06.35 WIB:
Kapten Tekad menjalani pemeriksaan di klinik Graha Angkasa Pura I. Tes obat-obatan dan alkohol menunjukkan hasil negatif.

DESYTA PURI | TEO FANDHI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments