hero

EDITOR : OCTOBRYAN

29 Desember 2016, 22:10 WIB

INDONESIA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 2.342 bencana terjadi sepanjang 2016. Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam pencatatan kejadian bencana sejak tahun 2002.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho merinci, pada tahun 2015 terjadi 1.677 bencana, tahun 2014 terjadi 1.967 bencana, tahun 2013 terjadi 1.674 bencana, dan tahun 2012 terjadi 1.811 bencana.

"Dampak yang ditimbulkan bencana selama 2016 cukup besar. Bencana menyebabkan 522 jiwa meninggal, 3,05 juta jiwa menderita dan mengungsi, sekitar 70 ribu rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai puluhan trilyun rupiah," ujarnya, Kamis, 29 Desember 2016.

Bencana itu, kata Sutopo, sekitar 92 persen adalah bencana hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir, longsor dan puting beliung. Tidak hanya itu, Indonesia juga dilanda bencana geologi, selama tahun 2016 terjadi 5.578 gempa bumi atau rata-rata 460 gempa setiap bulan, dan 12 gempa diantaranya merusak.

Caption

"Gempa paling merusak adalah gempa Pidie Jaya yang menyebabkan 103 jiwa meninggal dunia, 267 jiwa luka berat, 127 jiwa luka berat, 91.267 jiwa mengungsi, 2.357 rumah rusak berat, 5.291 rumah rusak sedang, 4.184 rumah rusak ringan dan kerusakan lainnya," tambahnya.

Sepanjang 2016, Indonesia juga dilanda bencana letusan gunung api. Berdasarkan data BNPB, hingga saat ini terdapat 16 gunung api aktif dari 127 gunung api yang statusnya di atas normal.

"Salah satunya adalah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Saat ini masih ada warga 9.319 jiwa dari 9 desa di sekitar Gunung Sinabung yang mengungsi. Selain itu juga ada 4.967 jiwa warga dari 4 desa yang dalam persiapan relokasi mandiri," jelasnya.

Bencana yang melanda daerah-daerah rawan, jelas Sutopo, juga mengakibatkan jumlah keluarga miskin meningkat. Tak jarang, sebelum mampu bangkit dan berbenah, bencana kembali menghampiri mereka.

BACA JUGA:
Bencana Alam Mengintip Indonesia
Waspada Curah Hujan Tinggi di Beberapa Daerah
Melihat Bagaimana Bangsa Lain Bersiap Menghadapi Situasi Bencana
Mereka yang Selamat dari Longsor

"Sehingga terdampak pada kualitas hidup warga seperti gagal panen, kehilangan aset produksi hingga terganggunya aktifitas kehidupan sehari-hari," lanjutnya. "Masyarakat di sekitar Sungai Bengawan Solo yang rata-rata 5 kali banjir setiap tahun, di Sampang 15 kali setiap tahun.”

Sutopo menghimbau, kesiagaan harus menjadi prioritas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan, masyarakat perlu waspada potensi bencana hidrometeorologi patut diwaspadai pada Januari hingga April, kemudian November dan Desember 2017. 

“Juni hingga Oktober perlu diwaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, dan sepanjang tahun terhadap potensi gempabumi, tsunami dan erupsi gunung api,“ pungkasnya.

RADIKA KURNIAWAN 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments