hero
Istri Dodi yang bersedih. (NET/Fuad)

EDITOR : TITO SIANIPAR

29 Desember 2016, 13:26 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Lima korban yang selamat dari pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur masih dirawat di Rumah Sakit Kartika, Pulomas. Polisi menjaga mereka dan membatasi tamu yang berkunjung.

"Masih menunggu perkembangan. Kami pantau terus perkembangan mereka," kata Kepala Polsek Pulogadung Komisaris Andi B. Rahman, di lokasi, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.

Kondisi para korban selamat, kata Andi, semakin membaik. "Sudah jauh membaik dari kemarin," ujarnya. Meski membaik, lanjut Andi, belum ada rencana pemulangan para korban ke keluarga mereka.

Komisaris Andi Rahman. (NET/Angga)

Kejadian pembunuhan di kediaman Dodi Triono terjadi pada Senin 26 Desember 2016. Sebelas orang disekap di dalam kamar mandi kecil berukuran dua meter persegi.

Para korban diketahui disekap keesokan harinya ketika salah seorang kerabat berkunjung ke rumah Dodi. Sebanyak enam orang meninggal dunia, dan lima lainnya masih bertahan hidup.

Selain Dodi, lima orang lainnya tewas, teramasuk dua putrinya Diona Arika Andra Putri (16 tahun) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun). Tiga lainnya adalah Amel (teman anaknya), serta dua sopir Yanto dan Tasrok.

Sementara lima korban selamat adalah putri Dodi Zanettel Kalila Azaria (13 tahun), Emi (41 tahun), Santi (22 tahun), Fitriani, dan Windy. Mereka masih menjalani perawatan.

Para korban selamat itu, kata Andi, selain dijaga aparat, juga dikontrol oleh tim dokter yang mengecek secara intensif keadaannya. Korban dijaga agar tidak trauma akan kejadian yang baru mereka alami.

Lokasi kejadian pembunuhan. (NET/Erwin)

Polisi juga membatasi para tamu yang hendak menjenguk korban, terutama mereka yang tidak berkepentingan. "Kalaupun berkepentingan, harus ada ijin dari pimpinan kami," kata Andi.

Keselamatan para korban selamat menjadi prioritas polisi karena sebagian pelaku masih berkeliaran. Dari lima orang yang diduga merampok rumah Dodi, baru tiga yang ditangkap polisi.

Mereka adalah Philip Napitupulu, Ramlan Butar-butar, dan Erwin Situmorang. Ramlan tewas ditembak polisi dalam penggerebekan karena melawan petugas. Dua lain yang masih buron adalah YP dan S.

YASSED SATRIA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments