hero
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (NET/Atif)

EDITOR : REZA ADITYA

29 Desember 2016, 12:25 WIB

INDONESIA

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meminta aparat penegak hukum mengganjar pelaku pembunuhan Pulomas Utara dengan seberat-beratnya. Dia juga meminta kepada seluruh lembaga pemasyarakatan tidak asal merekomendasikan pemberian remisi kepada residivis.

"Kami harapkan dihukum berat dan jangan dikasih peluang lagi," kata Yasonna, Kamis, 29 Desember 2016. "Jangan hanya kalau merampok berkali-kali itu dilepas, nanti akan merampok lagi."

Yasonna bahkan meminta kepolisian untuk menembak pelaku perampokan. "Makanya polisi sudah tembak saja dengkulnya sampai patah, agar tobat," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Rumah mendiang Dodi Triono yang dirampok. (NET)

 

Menurut Yasonna, jenis kejahatan seperti ini akan terus terulang. Pelaku kejahatan diduga juga akan melancarkan aksinya dengan sadis jika tidak diberikan hukuman yang setimpal.

Lebih lanjut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu juga menginstruksikan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengawasi gerak-gerik pelaku perampokan di dalam bui. Musababnya, mereka cenderung membentuk jaringan baru di dalam sel.

Kemarin, polisi menangkap sebagian pelaku perampokan dan pembunuhan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Dua penjahat yang ditangkap adalah Ramlan Butar-butar dan Erwin Situmorang. Sisa pelaku lainnya berinisial YP dan S, saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Korban meninggal tragedi pembunuhan dan perampokan di Pulomas Utara, Jakarta Timur. (NET)

 

Saat hendak ditangkap, Ramlan dan Erwin bandit itu berusaha melawan polisi. Akibatnya, petugas Korps Bhayangkara terpaksa menembak keduanya. Ramlan tewas setelah ditembak, sedangkan rekannya, Erwin harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Catatan polisi, Ramlan diduga sebagai pimpinan dalam peristiwa sadistis itu. Pria berusia 51 tahun itu juga tercatat pernah melakukan berbagai aksi perampokan di sejumlah daerah. Inilah yang membuat Yasonna geregetan dan meminta aparat memberikan hukuman seberat-beratnya kepada komplotan lain.

DEDE ROHALI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments