hero

EDITOR : REZA ADITYA

29 Desember 2016, 10:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengaku lega sebagian pelaku perampokan dan pembunuhan keluarga Dodi Triono sudah ditangkap. Dia berharap Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka lain yang kini masih buron.

"Ini kasus yang menghentakkan kita di tengah suasana ibadah Natal, meskipun kasusnya adalah mungkin dianggap common crime atau kejahatan biasa," kata Tito, Rabu, 28 Desember 2016 malam. "Tapi menyebabkan enam orang meninggal."

Satuan Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya kemarin menangkap dua pelaku pembunuhan dan perampokan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Polisi menangkap mereka di Bekasi, Jawa Barat.

Lokasi penangkapan Ramlan dan Erwin di Bekasi. (NET/Ridwan)

 

Dua penjahat yang ditangkap adalah Ramlan Butar-butar  dan Erwin Situmorang. Saat hendak ditangkap kedua orang itu menurut keterangan polisi mencoba melawan. Akibatnya, polisi terpaksa menembak dua bandit itu.

Muntahan timah panas polisi menyebabkan Ramlan tewas. Sedangkan Erwin, dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Dua pelaku lainnya yang masih dikejar berinisial YP dan S.

Tito mengaku kenal dengan Ramlan. Menurut dia, Ramlan adalah figur penjahat spesialis pencurian dan kekerasan. "Dulu modusnya korban diikat, mukanya dilakban," ujar dia. "Modus kelompok ini biasanya pada hari libur yang sepi."

 

Alumnus Akademi Kepolisian angkatan 1987 itu mengatakan Ramlan punya nama beken dalam dunia hitam. "Panggilannya itu Porkas, dia pemain lama zaman saya masih menjadi Kasat Serse Polda Metro Jaya," ujar Tito. Menurut dia, Porkas ini sering keluar-masuk penjara. 

Porkas juga dikenal dengan sebutan 'Si Pincang'. Musababnya, salah satu kakinya pincang akibat ditembak polisi dalam beberapa kasus perampokan.

 

Penelusuran NET.Z, Porkas sering melakukan beberapa aksi pencurian dengan kekerasan. Tahun 2015, penjahat itu memimpin komplotannya menggasak rumah mewah milik warga negara Korea, Wong Tsu Lin di Perumahan Griya Telaga Permai, Depok.

Pada tahun 2014, Porkas merampas brankas di rumah keluarga Farouk Afero, mendiang artis senior. Di tahun yang sama, 'si pincang' ini juga menyamun toko emas di Cimanggis, Depok.

NADIA SAGARA | TIM LIPUTAN

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments