hero
Terdakwa Letkol Ade Rizal dalam persidangan militer. (NET/Fahmi)

EDITOR : OCTOBRYAN

28 Desember 2016, 22:45 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi Surabaya menghukum mantan Komandan Distrik Militer 0812 Lamongan Letnan Kolonel Ade Rizal Muharam 3 tahun penjara dan dipecat secara tidak hormat dari dinas kemiliteran.

Dalam amar putusannya, Ketua majelis hakim Kolonel Sugeng Sutrisna menilai, terdakwa terbukti bersalah menganiaya ajudannya Kopral Kepala Andi Pria Harsono hingga tewas.

Terdakwa Letkol Ade Rizal dalam persidangan militer. (NET/Fahmi) 

"Dengan secara meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain," ujarnya, Rabu, 28 Desember 2016.

Putusan yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan Oditur Militer yang meminta hakim, menghukum terdakwa selama lima tahun dan dipecat dari dinas kemiliteran.

Majelis hakim militer nilai terdakwa bersalah. (NET/Fahmi)

Hakim menilai, terdakwa menyesali perbuatannya, kooperatif saat pemeriksaan, belum pernah terlibat kasus hukum, pernah bertugas saat operasi militer, serta pernah mendapatkan tanda jasa dari pemerintah.

Menanggapi putusan itu, terdakwa belum memutuskan akan menerima atau menolaknya. "Kami masih pikir-pikir," kata Mayor Syamsoel Huda, kuasa hukumnya.

Majelis hakim bacakan putusan terhadap terdakwa. (NET/Fahmi)

Sementara itu, Ika Sepdina, istri korban yang hadir dalam persidangan mengatakan, hukuman yang dijatuhkan hakim terlalu rendah. 

"Masih terlalu ringan, nanti kalau banding mudah-mudahan bisa lebih berat," ucapnya.

rekan korban gelar syukuran atas vonis yang dijatuhkan hakim. (NET/Fahmi)

Kasus penganiayaan terhadap Andi Pria Harsono melibatkan enam orang sebagai terdakwa, termasuk Ade. Lima terdakwa lain sudah divonis di Pengadilan Militer III-13 Madiun, Jawa Timur. 

Mereka adalah Sersan Kepala Mintoro, Sersan Mayor Joko Widodo, dan Sersan Satu M. Amzah, Sersan Dua Agustinus Merin, dan Sersan Mayor Agen Purnama. Tiga terdakwa pertama divonis 9 tahun penjara, sedangkan dua lain 8 bulan penjara.

BACA JUGA:
Kasus Brigjen Teddy, Kemenhan: Militer Tak Kebal Hukum
TNI Stop Beli Pesawat Bekas
Cina Akui Instalasi Militer di Laut Cina Selatan
PBB Tuding Militer Myanmar Lakukan Genosida Etnis Rohingya

Kopka Andi Pria Harsono ditemukan tewas dengan posisi tergantung dalam ruangan kantor Unit Intel Kodim 0812 Lamongan, 14 Oktober 2014 lalu. Sebelum itu, Kopka Andi dituding mencabuli anak Dandim yang masih berusia 4 tahun.

Hasil otopsi membuktikan bahwa korban dianiaya terlebih dahulu sebelum sengaja digantung seperti orang bunuh diri.

MOHAMMAD FACHMI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments