hero
Sosok Dodi Triono. (INSTAGRAM/dtr175)

EDITOR : TITO SIANIPAR

28 Desember 2016, 06:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Abdul Ghani, salah seorang rekan Dodi Triono mengungkapkan bahwa korban pembunuhan itu tak menunjukkan sedang terancam. Korban dikenal tetangga sebagai sosok dermawan.

"Terakhir saya berkomunikasi hari Sabtu lalu. Dia enjoy-enjoy saja. Tidak ada kesan, baik dari raut muka maupun prilaku, merasa ada ancaman," kata Abdul di lokasi kejadian, Selasa, 27 Desember 2016.

Dodi Triono, 59 tahun, menjadi korban pembunuhan di kediamannya Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Dia ditemukan ditumpuk dalam kamar mandi dua meter persegi bersama 10 orang lainnya.

Ilustrasi korban menumpuk di kamar mandi. (NET.Z/Heri)

Selain Dodi, lima orang lainnya meninggal dunia. Yakni dua putrinya Diona Arika Andra Putri (16 tahun) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun), Amel (teman anaknya), serta dua sopir Yanto dan Tasrok.

Lima orang lainnya ditemukan warga dan polisi masih hidup. Yakni putrinya Zanette Kalila (13 tahun), Emi (41 tahun), Santi (22 tahun), Fitriani, dan Windy.

Abdul yang juga Ketua RW 16 mengatakan Dodi adalah Ketua RT 12 tempat tinggal mereka. Interaksi antara Abdul dan Dodi lumayan sering karena sama-sama ketua lingkugan yang mengayomi warga.

Ketika ditemukan, kata Abdul, 11 korban saling tumpuk di kamar mandi sempit itu. Yang mengangkat jenazah Dodi adalah Sugeng, karyawannya yang menjaga rumahnya di Pulomas Residence.

Dodi di kediamannya. (INSTAGRAM)

Menurut Abdul, Dodi adalah sosok yang baik dan mau bermasyarakat meski tinggal di rumah mewah. "Untuk kegiatan warga sangat merespon. Terutama acara buat yatim piatu," kata Abdul.

Hal senada diutarakan warga lainnya. "Pak Dodi adalah orang yang sangat sosial. Dia paling disayang di sini karena sangat dermawan," kata Gusti Wiransyah, salah satu warga.

Kegiatan sosial Dodi. (INSTAGRAM)

Selain kegiatan sosial, tambah Gusti, Dodi juga aktif dalam kegiatan keagamaan. "Sepengetahuan saya, dia aktif di masjid dan suka membantu para yatim piatu," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif pembunuhan sadis ini. Selain mengotopsi korban meninggal, polisi juga menyisir lokasi dan mengumpulkan barang bukti, seperti sidik jari, dan lainnya.

CHELZEA VERHOEVEN | DEDE ROHALI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments