hero

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Desember 2016, 22:05 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Rose Herawati tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan anaknya bernama Amelia Callista Putri yang turut menjadi korban pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Jasad anak kesayangannya itu ditemukan membujur kaku di kamar mandi rumah mewah berlantai dua tersebut.

Rose menuturkan, Amel menginap di rumah Dianita Gemma Dzalfayla ketika peristiwa terjadi. Hal tersebut, lanjut Rose, rutin dilakukan tiap dua minggu sekali karena mereka merupakan teman akrab di sekolah.

Rose Herawati di RS Polri. (NET/Andry)

"Dia menginap sejak Hari Minggu, biasanya Senin sudah pulang, tapi hingga Selasa subuh tidak ada kabar," ujarnya di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Selasa, 27 Desember 2016.

Meski tidak ada firasat buruk, Rose mengaku curiga karena anaknya menelepon dalam keadaan menangis, Senin kemarin. "Habis itu teleponnya mati, saya hubungi Pak Dodi juga tidak bisa," tambahnya.

Jenazah Amelia diotopsi di RS Polri. (NET/Andry)

Kabar duka kemudian menghampiri wanita berusia 40 tahun itu, saat diberitahu Selasa pagi, anaknya turut menjadi korban bersama lima orang lainnya di lokasi.

Wanita berkerudung kuning itu menuturkan, bahwa putrinya adalah sosok berbakti kepada orang tua dan tidak pernah melawan.

"Ya Allah kuatkan saya, ia anak baik, penurut, dan tidak pernah membantah," lirihnya.

Rumah duka Amalia Calista Putri di Bekasi. (NET)

Ia berharap, polisi segera menangkap pelaku dan menghukumnya dengan hukuman berat. Usai otopsi, rencananya keluarga akan memakamkan jasad Amelia di TPU Jatisari, Bekasi.

"Selesai otopsi akan segera dimakamkan, saya minta pelaku dihukum setimpal," tegasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Citra Novianti, kakak sepupu korban. Ia mengatakan, Amel dan Gemma sudah berteman sejak masih balita. Hal itu terjadi lantaran orang tua Amel bekerja di perusahaan milik Dodi Triono sejak tahun 1997. 

Lokasi pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. (NET)

“Tiap liburan sering sekali menginap di rumah Gemma, supirnya jemput kesini karena sudah dekat," ujarnya.
 
Ia berharap, polisi segera menangkap pelaku dan menghukumnya dengan hukuman berat. Usai otopsi, rencananya keluarga akan memakamkan jasad Amelia di TPU Jatisari, Bekasi.

"Selesai otopsi akan segera dimakamkan, saya minta pelaku dihukum setimpal," tegasnya.

BACA JUGA:
Begini Kronologis Temuan Pembunuhan Sadis Pulomas
Ucapan Bela Sungkawa Banjiri Instagram Korban Pembunuhan Pulomas
Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Endus Jejak Pelaku
Penuturan Ibu Korban Pembunuhan Pulomas

Amel adalah salah satu korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur. Anak berusia sembilan tahun bersama sepuluh orang lainnya disekap dan dikunci di kamar mandi berukuran 2x1 meter. 

Korban lainnya ialah Dodi Triono, 59 tahun;  Diona Arika, 16 tahun; Dianita Gemma, 9 tahun, keduanya adalah anak Dodi; Tasrok, 40 tahun, dan Yanto yang merupakan sopir keluarga.

Korban lain ditemukan masih hidup yaitu Zanette Kalila, 13 tahun; Emi, 41 tahun; Santi, 22 tahun; dan Fitriani serta Windy yang merupakan pembantu rumah tangga. Korban mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kartika, Pulomas, Jakarta Timur.

ANDRI PRASETYO | RIDWAN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments