hero

EDITOR : OCTOBRYAN

27 Desember 2016, 20:25 WIB

AMERIKA SERIKAT

Presiden terpilih Amerika Serikat terpilih Donald Trump melontarkan kritik kepada Persatuan Bangsa-bangsa setelah Dewan Keamanan lembaga itu mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan pembangunan pemukiman Israel.

"PBB memiliki potensi besar tapi sekarang organisasi itu hanya sebuah perkumpulan orang ngobrol dan bersenang-senang, menyedihkan," ujar Trump dalam akun Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 27 Desember 2016.

Pemukiman Israel di Palestina. (Reuters)

Seperti dilansir Washington Post, Dewan Keamanan PBB resmi mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di atas tanah ilegal milik Palestina.

Resolusi ini dikeluarkan setelah Amerika Serikat dibawah Pemerintahan Barack Obama yang selama ini membela Israel, memilih abstain dari pemungutan suara. Ketetapan yang diusulkan oleh Malaysia, Venezuela, Senegal, dan Selandia Baru akhirnya disahkan dengan dukungan 14 suara dan satu suara abstain.

Pemukiman Israel di Palestina. (BBC)

Ketentuan ini menuntut "Israel dengan segera dan sepenuhnya menghentikan kegiatan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur".  Keputusan tersebut juga menetapkan bahwa pemukiman Yahudi tidak memiliki dasar hukum yang sah dan berbahaya bagi penerapan solusi dua negara.

Keputusan Obama, kata Trump, disebut sebagai keanehan. Pasalnya, setiap resolusi PBB yang dikeluarkan untuk menekan Israel selalu diveto oleh Negeri Paman Sam. 

BACA JUGA:
Kampanye Donald Trump Tingkatkan Rating Televisi
CEO Facebook Enggan Hadiri Undangan Donald Trump
Trump Tunjuk 'Teman' Putin Menjadi Menteri Luar Negeri
Trump Ancam Hentikan Kesepakatan dengan Kuba

Sejumlah kalangan menilai, kebijakan ini adalah hadiah terakhir Barack Obama untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, keduanya diketahui tidak memiliki hubungan baik.

Trump juga menyahuti ucapan Obama yang mengatakan dirinya bisa saja mengalahkan Trump di pemilihan presiden selanjutnya. "Presiden Obama mengatakan bahwa dia pikir dia akan menang melawan saya. Dia bisa mengatakan itu, tapi saya bilang TIDAK MUNGKIN! meninggalkan pekerjaan, ISIS, OCare, dll," cuitnya.

REUTERS | THE WASHINGTON POST

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments