hero

EDITOR : OCTOBRYAN

26 Desember 2016, 19:00 WIB

KABUPATEN PURWAKARTA, INDONESIA

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi angkat bicara soal tertangkapnya terduga teroris yang di rumah terapung Waduk Jatiluhur, Minggu, 25 Desember, kemarin.

Menurutnya, hal itu terjadi karena pertumbuhan Keramba Jaring Apung untuk masyarakat menangkap ikan sudah tidak bisa dikendalikan. Saat ini, jumlah KJA di waduk terbesar di Indonesia itu mencapai 23.000 unit sedangkan idealnya hanya sebanyak 4.000 KJA.

Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur. (NET/Yogie)

"Sekiranya sudah harus bisa dibersihkan, kalau sudah begitu kan nanti gampang menghitung dan mengidentifikasi siapa saja yang masuk kesana," ujarnya, Senin, 26 Desember 2016.

Dedi menjelaskan, agar peristiwa itu tidak terulang kembali, pihaknya akan membangun pos keamanan untuk memperketat pengawasan. Pasalnya, patroli dan pengamanan yang ada saat ini jumlahnya terbatas sehingga, siapa saja bisa masuk dengan leluasa.

Lokasi persembunyian terduga teroris. (NET/Yogie)

Menurut bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi itu, pos pengamanan di waduk seluas 8.300 hektare itu hanya berada di pintu masuk objek wisata. Sementara pada titik lain, seperti titik pemancingan dan keramba apung yang melintasi area lima kecamatan tidak ada pos penjagaan.

"Orang-orang yang tinggal di keramba apung tidak bisa teridentifikasi karena tidak ada RT/RW. Pengelola waduk juga susah untuk pemantauan," terangnya.

BACA JUGA:
Dua Teroris Tewas dalam Penyergapan di Jati Luhur
Teroris Purwakarta Targetkan Serang Pos Polisi
Bahaya Doktrin Teroris di Dunia Maya
BNPT Pesimistis Terorisme di Indonesia Berkurang

Dedi juga mengharap, agar Perusahaan Jasa Tirta II selaku pengelola waduk yang dibangun tahun 1957 ini bersama kepolisian meningkatkan patroli. Menurutnya, waduk Jatiluhur merupakan objek vital negara yang wajib dijaga keamanannya.

"Memang harus berpikir jauh terhadap keselamatan warga, patroli keamanan harus ditingkatkan," tukasnya.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror menggerebek empat terduga teroris jaringan Jamaah Anshorut Daulat di rumah terapung Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Dalam peristiwa tersebut, dua terduga teroris bernama Abu Sovi dan Abu Faiz tewas di lokasi karena melawan petugas saat akan ditangkap. Sementara, dua teroris bernama Rijal alias Abu Arham, 29 tahun, dan Ivan Rahmat Syarif, 28 tahun ditangkap dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

ENDA TARIGAN | YOGIE GANDANAYA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments