Inspektur Satu Ali di tempat kerjanya. (NET/Arif)

EDITOR : TITO SIANIPAR

24 Desember 2016, 00:05 WIB

KAB. SRAGEN, INDONESIA

Kepolisian Resor Sragen menjadi buah bibir. Keberanian anggotanya menghadang sweeping Front Pembela Islam (FPI) menjadi pangkal soalnya. Adalah sosok Inspektur Satu Ali Ma'mun yang menjadi 'superhero'.

Kejadian itu berlangsung pada Rabu, 21 Desember 2016 lalu di halaman parkir swalayan Mitra Sragen. Sekelompok FPI dipimpin Ketua DPC FPI Sragen Mala Kunaifi memaksa hendak masuk ke dalam swalayan.

Tujuannya hendak mencari tahu apakah ada karyawan muslim di dalam swalayan yang mengenakan atribut Natal. "Saya mau lihat saja," kata Mala kepada Kepala Polres Sragen Ajun Komisaris Besar Cahyo Widiarso.

FPI hendak memaksa masuk swalayan. (YOUTUBE)

Upaya persuasif Cahyo agar FPI membatalkan niatnya sweeping tak berbuah hasil. FPI bergeming dan tetap meminta dikawal untuk sweeping. Belakangan, tensi pembicaraan antara Cahyo dan Mala meninggi. 

Cahyo bahkan sempat membentak. "Enggak ada saya bilang!" hardik Cahyo. Polisi tetap pada pendirian bahwa tidak ada ormas yang punya hak untuk sweeping dan tidak punya status hukum untuk menegakkan aturan.

Di tengah perdebatan itu, muncul sosok polisi bertubuh kurus yang ikut menyela pembicaraan. "Antum tidak bisa melarang ranahnya pemilik toko," kata pria yang belakang diketahui adalah Inspektur Satu Ali Ma'mun itu.

Iptu Ali mendebat FPI di hadapan Kapolres. (YOUTUBE)

Tanpa basa-basi, Ali ikut mendebat Mala. "Rahmatan lil alamin-nya dimana? Rahmatan lil alamin-nya dimana?" hardik Ali tak kalah tegas.

Mengetahui Ali juga muslim, Mala malah membalas, "Terus mau dikafirkan?" Tak terima dengan omongan itu, Ali membalas, "Lho enggak ada itu perannya jenengan (Anda)!"

Sama seperti sikap komandannya Cahyo, Ali juga tak sudi membiarkan FPI merangsek ke dalam swalayan. "Kamu jangan macam-macam," kata Ali yang juga menjabat Kepala Seksi Provos dan Pengamanan Internal (Paminal) Polres Sragen itu.

Polres Sragen. (NET/Arif)

Adegan demi adegan itu terekam dalam video yang diunggah oleh akun Sukowati Channel di youtube. Sejak dipajang 21 Desember 2016 lalu, video berdurasi 6 menit itu sudah ditonton lebih dari 700 ribu kali.

Kepada NET, Ali menuturkan bahwa dia memang tidak setuju dengan aksi-aksi kelompok intoleran itu. "Sebetulnya dulu di Sragen tidak ada kegiatan ormas seperti FPI itu," ujar Ali yang sudah 30 tahun tinggal di Sragen.

Sebagai penegak hukum, Ali tahu persis sweeping semacam itu tidak dibenarkan oleh hukum. Apalagi Ali juga tahu dalil-dalil agama yang digunakan sebagai alasan sweeping.

Sosoknya ramai dibicarakan.

"Kebetulan saya juga takmir masjid di kampung. Saya aktif kegiatan agama. Setiap Sabtu saya pimpin majelis dzikir, meski jemaatnya tidak banyak," kata pria 54 tahun itu.

Latar belakang itulah yang membuat Ali berani mendebat Ketua FPI Sragen di hadapan Kepala Polresnya. "Menyampaikan ajaran agama harus dengan cara halus dan tidak menyinggung perasaan," kata ayah 4 anak ini.

Tindakan Ali yang menyorobot perdebatan itu tak membuat Kepala Polres Cahyo marah. "Tindakan Iptu Ali saya rasa sudah tepat," kata Cahyo. "Beliau memberi pemahaman soal agama."

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso. (NET)

Cahyo menambahkan, apa yang dilakukannya bersama Ali adalah menjalankan tugas sebagai penegak hukum. "Kami bertugas melindungi masyarakat supaya aman dan nyaman," ujarnya.

Bahkan dari sisi agama, kata Cahyo, apa yang dilakukan Ali justru mencerminkan Islam yang sesungguhnya. "Agama yang rahmatan lil alamin, agama yang menyejukkan. Bukan agama yang menonjolkan kekerasan," kata dia.

Meski sudah berbuat besar dengan berani menghadang aksi FPI, Ali tetap merendah. Di sela-sela tugasnya sebagai anggota polisi, Ali masih sempat mengurus kebun cabainya. 

Ali di kegiatan pengamanan Natal. (NET/Arif)

Di saat senggang lainnya, Ali lebih banyak menghabiskan waktu di masjid yang ada di dekat rumahnya di Dukuh Bugel, Ngrampal, Sragen. "Rasulullah ada untuk menyempurnakan manusia agar berahlak mulia," ucap Ali.

KORNIAWAN ARIF

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments