hero
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso

EDITOR : OCTOBRYAN

22 Desember 2016, 19:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Kejahatan narkotika yang ditangani Badan Narkotika Nasional meningkat sepanjang 2016. Jika tahun lalu, BNN hanya menangani 638 kasus, tahun ini lembaga yang dipimpin Komisaris Jenderal Budi Waseso mengungkap 807 kasus.

"Dari jumlah itu, kami menangkap 1238 tersangka pengedar," ujarnya di kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Kamis, 22 Desember 2016. "Sebanyak 1.217 di antaranya adalah warga negara Indonesia, sedangkan 21 tersangka lainnya merupakan warga negara asing."

BNN tangkap pengedar narkotika dari luar negeri. (NET)

Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, menjelaskan, petugas juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan. Di tahun 2016, narkotika jenis ganja menjadi barang bukti yang paling banyak disita. "Ada 2,6 ton ganja kering, 20 ribu pohon ganja, dan kami temukan juga 16 hektar ladang ganja," tambahnya.

Masih kata Buwas, selain ganja, shabu-shabu masih menjadi primadona untuk kalangan pemakai. Tahun ini, pihaknya mengamankan 1,16 ton shabu. "Narkotika jenis lain ialah 750 ribu pil ekstasi, 581,5 gram heroin, 108,12 gram morfin, 5 gram kokain, dan 0,32 liter hasish," ungkapnya.

BNN temukan ladang ganja di Aceh. (NET)

Selain narkotika, BNN juga menyasar kepada Tindak Pidana Pencucian Uang hasil pengedaran narkotika. Pihaknya menyita aset hampir Rp 270 miliar dari 30 pengedar narkoba.

"Ada 21 kasus besar TPPU narkotika yang kami tangani, jumlah ini meningkat 58 persen dari tahun lalu," ucapnya.

BACA JUGA:
Jokowi Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba
Ini Empat Terpidana yang Dieksekusi Mati
Ups, Kontrakan Ini Ternyata Pabrik Ekstasi
Di Balik Turun Gunungnya Sang Bos Intel

Untuk menanggulangi meningkatnya jumlah peredaran narkotika, Buwas mengatakan akan melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak. Pasalnya, BNN mencatat sebagian besar barang bukti yang diamankan merupakan barang selundupan dari luar negeri.

Selain itu, maraknya peredaran narkotika dari dalam Lembaga Pemasyarakatan menjadi perhatian khusus BNN. Buwas mengatakan, jaringan lama pengedar narkotika yang telah dipidanakan masih terus bermain memanfaatkan kelengahan petugas. "Termasuk memanfaatkan oknum-oknum BNN dan petugas lapas," tuturnya.

lndonesia, kata Buwas, telah mengambil langkah tegas menghadapi hal tersebut. Guna mendukung upaya penegakan hukum yang lebih baik dalam memerangi narkotika, BNN juga mempersenjatai diri dengan senjata yang lebih modern. "Persenjataan akan kami perbaharui, tingkat akurasi dan kualitasnya akan kami tingkatkan," pungkasnya.

RADIKA KURNIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments