hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

22 Desember 2016, 17:20 WIB

AMERIKA SERIKAT

Dr David Levy, penulis buku "Love and Sex with Robot", memperkirakan dalam 35 tahun mendatang negara akan mengakui pernikahan antara manusia dengan robot.

Ini terjadi seiring banyaknya robot-robot interaktif yang dijual ke pasaran. Kisah asmara antara manusia dengan robot sudah menjadi sesuatu yang lazim dilakukan.

THE SUN

Hal tersebut mendorong pemerintah berfikir untuk mengubah undang-undang pernikahan.

"Semakin banyak masyarakat yang menerima ide ini maka pemerintah akan mengembangkan aturan hukum yang berlaku," kata Levy.

Menurutnya, robot memenuhi tiga kriteria untuk dicintai. Kriteria yang dimaksud adalah: persetujuan, pengertian, dan kemampuan untuk membuat keputusan. 

Satu hal yang bisa menghalangi pernikahan unik ini adalah aturan agama yang dikeluarkan oleh gereja-gereja di Inggris. 

THE SUN

"Agama bisa melarang pernikahan sesama jenis. Tapi tidak untuk pernikahan robot dan manusia," kata Levy. 

Beberapa pernyataan David Levy menuai sejumlah protes. Kara Slad, seorang pemuka agama Kristen di Inggris tidak mengijinkan adanya pernikahan antara manusia dengan robot.

Menurutnya, argumen yang muncul dari mulut Levy adalah bukti jika ia tidak memahami Alkitab secara komprehensif.

Pernikahan kontroversial sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Angela Vogel. Wanita asal Seattle, Amerika Serikat itu menikahi sebuah patung. 

Kabar pernikahan menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Sayang, hubungan hanya bertahan selama satu setengah bulan, sebelum dewan perwakilan rakyat akhirnya membatalkannya. 

THE SUN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments