hero
Pesawat Hercules C-130 TNI Angkatan Udara. (NET)

EDITOR : OCTOBRYAN

19 Desember 2016, 23:45 WIB

KAB. MALANG, INDONESIA

Peristiwa jatuhnya Pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1334 di Wamena, Minggu, 18 Desember 2016,  menyisakan duka mendalam bagi TNI Angkatan Udara. Sebanyak 13 kru terbaik mereka gugur dalam tugas pelatihan navigasi dan pengangkutan bahan pangan bagi warga Papua.

Tidak ingin tragedi itu terulang, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Indonesia tidak akan membeli pesawat bekas buatan negara lain. Keputusan tersebut merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo.

Pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1334 jatuhb di Wamena. (NET)

"Sejak awal presiden tidak ingin kita beli pesawat terbang bekas, kita mau membeli semua harus baru," ujarnya usai melepas 13 jenazah korban TNI di Malang, Jawa Timur, Senin, 19 Desember 2016.

Untuk mendukung langkah tersebut, lanjut Gatot, pemerintah telah menambahkan anggaran bagi sistem pertahanan Indonesia. Sebelumnya, DPR dan pemerintah telah menyepakati anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2017 senilai Rp 108 triliun, jumlah itu merupakan yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berikan bela sungkawa kepada keluarga TNI korban pesawat jatuh. (NET/Tutus)

"Instruksi presiden harus dilaksanakan, tahun depan ada penambahan anggaran militer," tambahnya.

Namun demikian, Ia menilai pesawat pabrikan Lockheed Martin, Amerika Serikat ini masih dibutuhkan TNI AU untuk mendukung kekuatan udara Indonesia.

Pesawat bermesin empat tersebut, sangat diandalkan untuk mengangkut pasukan, bisa beroperasi di segala cuaca dengan dilengkapi radar bagus, dan kemampuan pendaratan di tempat yang cukup pendek.

Keluarga TNI korban jatuhnya pesawat Hercules c-130. (NET/Tutus)

"Dengan kondisi wilayah seperti ini, kita masih perlu banyak jenis pesawatnya. Nanti ada tim sendiri apa saja yang dibutuhkan," pungkasnya.

Insiden jatuhnya pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-1334 di Wamena, yang menewaskan 13 orang kru pesawat dan penumpang ini, menambah daftar panjang jatuhnya pesawat angkut militer TNI di Tanah Air. 

Penyerahan jenazah prajurit TNI AU korban hercules kepada keluarga. (NET\Tutus)

Peristiwa serupa, juga pernah terjadi di Medan, Sumatera Utara, akhir Juni 2015 silam. Kala itu, Pesawat Hercules tipe C-130 milik TNI AU dengan nomor registrasi A-1310 jatuh di pemukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa, 30 Juni 2015.

Pesawat jatuh setelah dua menit lepas landas dari Lanud Soewondo, Medan. Korban tewas dalam peristiwa tersebut dilaporkan berjumlah 141 orang.

Hercules C-130. (TNI AU)

Tujuh tahun sebelumnya, atau 20 Mei 2009, Hercules C-130 TNI AU dengan nomor registrasi A-1325 jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pesawat tersebut mengangkut 110 orang yang terdiri atas 99 penumpang dan 11 kru. 98 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk dua orang warga setempat.

Tragedi Hercules juga pernah menggemparkan Tanah Air pada 5 Oktober 1991. Pesawat naas itu jatuh di Condet, Jakarta Timur, bertepatan dengan peringatan Hari ABRI 5 Oktober. Pesawat membawa 135 orang yang terdiri dari 12 awak dan 121 anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU itu jatuh setelah mengikuti upacara peringatan hari ABRI ke-46 yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta. 

Pesawat berangkat dari Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, menuju Bandung, Jawa Barat. Namun, baru 3 menit mengudara, pesawat kehilangan kendali dan jatuh di area permukiman penduduk di daerah Condet, Jakarta Timur. Hanya satu penumpang yang dilaporkan selamat, sisanya meninggal dunia.

TUTUS SUGIARTO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments