Linda Lidya Istri Pelda Agung Sugiantoro terima dukungan moril dari TNI AU. (NET/Tutus)

EDITOR : OCTOBRYAN

18 Desember 2016, 15:10 WIB

KOTA MALANG, INDONESIA

Suasana duka menyelimuti rumah dinas Pembantu Letnan Dua TNI Angkatan Udara Agung Sugiantoro, di Jalan Kebun Nangka, Perumahan Asrikraton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Agung adalah salah seorang dari tiga belas kru TNI Angkatan Udara dari Lanud Abdulrachman, Malang, yang menjadi korban pesawat Hercules C-130 kode registrasi A-1334, yang jatuh di Wamena, Papua.

Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara jatuh di Wamena. (Istimewa)

Warga dan rekan-rekan korban terus berdatangan ke rumah duka untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa. Sebuah tenda didirikan di depan rumah duka dan sejumlah karangan bunga ucapan turut berdukacita.

Keluarga mengaku ikhlas serta menerima peristiwa ini sebagai resiko tugas menjadi prajurit TNI. Namun, keluarga berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali, lantaran jatuhnya pesawat hercules sudah terjadi dua kali dalam medio satu tahun terakhir.

Suasana rumah duka korban pesawat Hercules. (NET/Tutus)

"Insya Allah bisa ikhlas mas, kita tahu ini resiko pekerjaan sebagai TNI," ujar Dwi Wardana, kakak dari Pelda Agung, Minggu, 18 Desember 2016.

Pelda Agung Sugiantoro sendiri meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yaitu Nadiah yang duduk di bangku SMP dan Oktavian Ramadani yang masih duduk di kelas 3 SD.

Sementara itu, tidak jauh dari lokasi, suasana duka juga menyelimuti rumah Pembantu Letnan Satu Suyata, salah satu juru mesin udara pesawat Hercules yang jatuh di Papua.

Marsekal Pertama RM Djoko Senoputro datang ke rumah duka Pelda Agung Sugiantoro. (NET/Tutus) 

Mengenakan mukena cokelat, Agus Purwati, istri korban tampak tabah menerima ucapan belasungkawa dari kerabat dan tetangga. Namun tangisnya tidak tertahankan ketika Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama RM Djoko Senoputro datang ke rumahnya.

Tidak ada pesan terakhir atau firasat aneh ketika korban terakhir berpamitan kepadanya Sabtu, 17 Desember kemarin. Peltu Suyata meninggalkan tiga orang anak bernama Nanda, Putri, dan Fitri.

Marsekal Pertama RM Djoko Senoputro datang ke rumah duka Peltu Suyata. (NET/Tutus)

Menyikapi peristiwa ini, Marsma Djoko Seno putro mengatakan, akan menghentikan sementara misi penerbangan terhadap pesawat-pesawat Hercules milik Skuadron 32 TNI Angkatan Udara yang ber-home base di Malang.

"Sementara memang instruksi dari pimpinan, kami akan hentikan dulu sementara misi-misi pada untuk pesawat hercules," ujar Djoko.

foto Peltu Suyata semasa hidup. (NET/Tutus)

Pesawat tersebut masuk kedalam jajaran TNI AU pada Februari 2016 melalui proses hibah dari Royal Australian Air Force. Pesawat menjalani perawatan ringan terakhir pada bulan yang sama. Saat ini, Lanud Abdulrachman Saleh terdapat lima pesawat sejenis yang juga hibah dari Australia.

TNI AU sudah membentuk tim investigasi yang sudah diberangkatkan ke Wamena untuk melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Hercules A-1334.

TUTUS SUGIARTO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments